Teropong Bisnis | Homepage
BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

1 Comment 🕔24.Apr 2014

Manajemen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk saat ini mengaku akan lebih selektif dalam mengalirkan dana pinjaman pada korporasi. Apalagi jika korporasi tersebut masih memiliki kinerja yang kurang baik, salah satunya adalah PLN yang kinerjanya mengalami penurunan.

PT PLN (Persero) telah membukukan kerugian sebesar Rp 29,6 triliun pada tahun 2013 daripada realisasi pencapaian tahun 2012 yang untung sebesar Rp 3,3 triliun. Akibat mengalami kerugian ini, PLN pun akhirnya tidak menyetorkan dividen kepada pemerintah pusat, dalam hal ini adalah Kementrian BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Melihat performa tersebut, Bank Central Asia (BCA) pun mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam menyalurkan kredit untuk perusahaan listrik terbesar di tanah air tersebut.

“Kami tentu akan lebih selektif lagi, kami akan melihat per kasus terlebih dahulu jika ingin memberikan pinjaman kepada PLN,” tutur Jahja Setiaadmadja selaku Direktur Utama Bank Central Asia.

Dalam melakukan seleksi ini, Jahja mengatakan bahwa pemberian pinjaman akan dilakukan melalui syarat penjaminan bukan dari pihak perseoran, dalam hal ini adalah PLN tetapi akan langsung dari pemerintah yang menjaminnya.

bca, info kredit, pln, artikel ekonomi, pinjaman pln

Jahja mencontohkan penyaluran dana pinjaman dari BCA pada PLN yang pernah dilakukan dalam proyek pembangunan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang berkapasitas hingga 10 ribu Mega Watt yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Misalnya saja yang dulu soal proyek PLTU 10.000 Mega Watt. Proyek pembangunan itu dijamin langsung oleh pemerintah bukan dari PLN. Kalau proyeknya bagus, kami tentu akan terus mendukung proyek tersebut dengan memberikan pinjaman. Tetapi ya itu tadi, jaminannya harus jelas,” ungkap Jahja.

Dalam proyek yang besar itu, Jahja mengaku BCA telah turut berpartisipasi dengan cara menyalurkan pinjaman jangka panjang pada pemerintah Indonesia sebesar Rp 1 triliun melalui PLN. Seperti yang diketahui, kerugian yang dialami oleh PLN disebabkan oleh depresiasi rupiah pada tahun 2013 kemarin.

Nur Pamudji selaku Direktur Utama PT PLN (Persero) mengatakan bahwa nilai mata uang rupiah yang terpuruk menyebabkan pihaknya menderita kerugian hingga mencapai angka Rp 29,5 trilium. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah sebesar 20,7 %. Kemudian rupiah juga melemah sebesar 3,6 % terhadap Yen.

Perubahan nilai tukar mata uang rupiah ini akhirnya mengakibatkan nilai utang PLN dan juga utang sewa pembiayaan terhadap penerapan ISAK 8 pada transaksi dengan IPP (Independent Power Producer) yang didominasi oleh pinjaman valuta asing meningkat cukup tajam.

“Terjadinya penurunan laba bersih pada PLN, terutama disebabkan karena peningkatan rugi selisih kurs terhadap penjabaran liabilitas moneter pada mata uang asing yang sifatnya non cash mencapai angka Rp 42,2 triliun. Sementara itu, peningakatn beban bunga senilai Rp 5,5 triliun,” tegas Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut.

Sumber:http://bisnis.liputan6.com/read/2040599/bca-selektif-beri-pinjaman-ke-pln

bca, info kredit, pln, artikel ekonomi, pinjaman pln

BACA JUGA:

Semakin Pahamnya Masyarakat Modern Dalam Meningkatkan Nilai Kredit

Perbesar Segmen Kredit UKM dengan Standard Chartered BI

 

Similar Articles

Program Sejuta Rumah Menuai Kekecewaan

Program Sejuta Rumah Menuai Kekecewaan 0

Program sejuta rumah seperti membawa angin segar namun sayangnya ada hal yang tidak menyenangkan di

Siapkan Senyuman untuk Sambut Bunga Kredit Rumah Baru

Siapkan Senyuman untuk Sambut Bunga Kredit Rumah Baru 0

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap manusia. Sayangnya, saat ini, tidak semua orang mampu

Bunga Kredit Perumahan Siap Turun!

Bunga Kredit Perumahan Siap Turun! 0

Bila Anda membutuhkan rumah, saat ini ada kabar gembira. Pemerintah mempunyai wacana untuk menurunkan bunga kredit kepemilikan

Fitch Rating Prihatin dengan Pertumbuhan Kredit di Indonesia

Fitch Rating Prihatin dengan Pertumbuhan Kredit di Indonesia 0

Tidak salah jika dikatakan bahwa pengelolaan bank daerah di Indonesia penuh dengan tantangan. Pasalnya, hal

Asuransi Mikro Segera Hadir untuk Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah

Asuransi Mikro Segera Hadir untuk Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah 0

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi finansial harus dilakukan secara terus-menerus. Namun khusus untuk asuransi,

1 Comments

  1. 🕔 23:37, 26.Apr 2014

    Afrid Fransisco

    hem…, pasti repot nih bagi PLN

    reply comment

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *