Teropong Bisnis | Homepage
Asuransi Mikro Segera Hadir untuk Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah

Asuransi Mikro Segera Hadir untuk Masyarakat Kalangan Menengah ke Bawah

0 Comments 🕔17.May 2014

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), inklusi finansial harus dilakukan secara terus-menerus. Namun khusus untuk asuransi, inklusi finansial ini dilakukan melalui penyediaan asuransi untuk kalangan masyarakat menengah ke bawah. Saat ini, ada sebanyak 250 juta penduduk Indonesia. Namun hanya 67 juta masyarakat saja memiliki polis asuransi.

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK, Muhammad Muchlasin. Dari angka tersebut, 10 juta merupakan asuransi perorangan sedangkan sebanyak 57 juta merupakan asuransi kumpulan. Angka 67 juta tentunya masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk Indonesia.

Sebenarnya asuransi ini sangatlah penting, terutama untuk proteksi dari hal-hal yang tidak terduga. Saat ini, masih banyak masyarakat yang merasa kebingungan saat diterpa musibah yang tidak terduga. Umumnya mereka tidak siap untuk menerima musibah tersebut. Akibatnya banyak dari mereka yang harus mengorbankan asetnya demi membayar tagihan terkait dengan musibah yang ia alami.

Memang mayoritas orang Indonesia masih belum memiliki asuransi. Namun fenomena ini sebenarnya bukan hanya disebabkan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi. Jika diberi sosialisasi yang tepat serta ada pilihan asuransi mikro, mereka pasti akan sadar bahwa asuransi itu penting. Selain sebagai proteksi, asuransi sebenarnya juga merupakan bagian dari aset keuangan.

Umumnya masyarakat Indonesia masih merasa kesulitan dengan beban angsuran bulanan yang ditetapkan oleh penyedia asuransi. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kondisi ini tentunya cukup menyulitkan mereka. Karena itulah mereka lebih memilih untuk tidak mengambil asuransi dan menabung sendiri. Padahal besaran uang tabungan sendiri tetap saja terbatas sesuai dengan kemampuan masyarakat.

Dari data yang ada, sebanyak 32% masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan atau proteksi saat mereka terkena musibah. Banyak diantara mereka yang harus menjual rumah dan aset kerjanya untuk menebus biaya rumah sakit. Padahal aset-aset tersebut sangat penting untuk menunjang kehidupannya di masa depan. Jika tukang ojek menjual motor satu-satunya, tentunya ia menjadi tidak produktif lagi.

Menurut Muchlasin, sebenarnya asuransi justru sangat penting bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. Jika dibandingkan dengan masyarakat golongan menengah atas, tingkat urgency kepemilikian asuransi bagi masyarakat menengah ke bawah justru lebih tinggi. Mereka umumnya juga lebih rentan dengan musibah-musibah yang sifatnya tidak terduga. Dampaknya, saat mereka ditimpa musibah, tidak banyak yang bisa mereka lakukan kecuali menjual aset berharganya.

Kondisi ini memicu OJK untuk membuat aturan tentang asuransi mikro. Demi mengembangkan asuransi mikro, OJK telah bekerjasama dengan beberapa asosiasi asuransi dan membentuk tim pengembang asuransi mikro. Tidak hanya itu saja, OJK juga telah meneken Cebu Declaration for Inclusive Insurance di Cebu, Filipina.

Masyarakat kelas menengah ke bawah membutuhkan produk perlindungan dengan premi yang terjangkau, polis yang mudah dimengerti dan pembayaran serta klaim yang cepat. Semua itu nantinya akan menjadi formula untuk asuransi mikro.

Sumber:http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/05/16/1638069/Hanya.67.Juta.Orang.Indonesia.yang.Punya.Asuransi

 asuransi mikro, insurance, artikel ekonomi, nilai tukar tupiah, info kredit

BACA JUGA:

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

Pekan Menggembirakan untuk Emas Antam

Similar Articles

Program Sejuta Rumah Menuai Kekecewaan

Program Sejuta Rumah Menuai Kekecewaan 0

Program sejuta rumah seperti membawa angin segar namun sayangnya ada hal yang tidak menyenangkan di

Siapkan Senyuman untuk Sambut Bunga Kredit Rumah Baru

Siapkan Senyuman untuk Sambut Bunga Kredit Rumah Baru 0

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap manusia. Sayangnya, saat ini, tidak semua orang mampu

Bunga Kredit Perumahan Siap Turun!

Bunga Kredit Perumahan Siap Turun! 0

Bila Anda membutuhkan rumah, saat ini ada kabar gembira. Pemerintah mempunyai wacana untuk menurunkan bunga kredit kepemilikan

Fitch Rating Prihatin dengan Pertumbuhan Kredit di Indonesia

Fitch Rating Prihatin dengan Pertumbuhan Kredit di Indonesia 0

Tidak salah jika dikatakan bahwa pengelolaan bank daerah di Indonesia penuh dengan tantangan. Pasalnya, hal

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero) 1

Manajemen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk saat ini mengaku akan lebih selektif dalam mengalirkan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *