Teropong Bisnis | Homepage
Hindari Bermain Feeling Saat Trading

Hindari Bermain Feeling Saat Trading

0 Comments 🕔31.May 2013

Berbisnis adalah sesuatu yang harus dipelajari terlebih dahulu. Kesiapan, baik dari segi modal dan mental, sangatlah penting. Saat ini banyak sekali orang memilih untuk ikut-ikutan jadi trader namun sebenarnya mereka tidak tahu bagaimana menjadi seorang trader. Mereka hanya tergiur dengan keuntungan yang mereka lihat dari orang lain dan kemudian saat diajak tentu saja mereka dengan senang hati ikut masuk dalam bisnis saham yang sebenarnya mereka tidak ketahui cara untuk menjalankannya.

Bahkan beberapa trader yang sudah menjalani bisnis inipun masih sering melakukan kesalahan yang tentu saja fatal akibatnya karena sangat berhubungan dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan. Mereka sering kali berjalan dengan hati dan bukan dengan akal sehat mereka. Lalu bagaimana cara trading yang baik?

Ubah Mindset Trader

Seseorang yang mau berhasil dalam trading saham ini haruslah mau mengubah pola pikir yang salah selama ini terlebih dahulu. Saat ini banyak sekali trader dan investor yang berpikiran salah dan menganggap bahwa bisnis trading saham ini adalah bisnis tebak-tebakan. Semua investor diharapkan bisa menebak waktu yang tepat untuk menjual dan membeli saham mereka.

Banyak dari investor yang akhirnya juga menggunakan feeling atau bahkan suara hati untuk melakukan trading. Hal ini yang masih salah kaprah. Berbisnis dengan saham mempunyai pola dan strategi tersendiri dan strategi tersebut bukan strategi hati. Langkah pertama yang harus dilakukan jika ingin berhasil dalam bisnis adalah mengubah cara pikir Anda dan jangan melakukan bisnis dengan perasaan Anda.

Hal Penting Bagi Investor

Sebagai seorang pebisnis dan trader, Anda haruslah cerdas. Anda harus mengetahui data-data penting terlebih dahulu sebelum Anda melakukan trading. Banyak investor yang kurang mempunyai data sebelum melakukan trading. Ini akan membuat mereka kehilangan banyak waktu serta keuntungan. Ketika Anda membeli saham, Anda harus tahu latar belakang dan prospek ke depannya. Jangan sampai Anda membeli saham karena menurut perasaan Anda saham ini adalah hoki Anda atau karena semua orang seakan ingin sekali membelinya.

Melibatkan perasaan Anda dan emosi akan membuat Anda tidak bisa fokus pada apa yang harus Anda lakukan pada bisnis Anda ini. Jika Anda sering menggunakan perasaan saat bertrading, Anda akan mengalami mimpi yang buruk, tidur yang tidak nyenyak atau pengalaman-pengalaman yang mengerikan lainnya. Namun bukan berarti Anda harus terlalu santai. Anda yang mahir dalam trading dan telah menguasai semua strategi saham tentus aja akan bisa melangkah lebih tertata dan Anda akan tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian dan penjualan saham.

Hal yang paling penting untuk sukses dalam trading adalah mengubah mindset Anda sekarang. Jangan sampai perasaan Anda mengalahkan logika. Jika itu terjadi, sebaiknya Anda menjadi seorang peramal dan bukan menjadi trader di pasar saham.

Gambar: eminitradingsolutions.com

Similar Articles

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar

Brussel Diguncang Bom, Saham Eropa Pun Bergetar 0

Beberapa waktu yang lalu Eropa dikejutkan dengan adanya serangan bom di Brussel, Belgia. Serangan di

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham

3 Kriteria Penting yang Anda Harus Tahu saat Investasi Saham 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi paling menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan super besar. Hal ini memang

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam

6 Tips Sukses Investasi Saham untuk Orang Awam 0

Investasi saham dikatakan sebagai investasi terbaik yang dapat Anda pilih. Hal ini memang benar adanya, karena

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat

Pasar Saham Menurun, Harga Emas Kembali Sehat 0

Penurunan pasar saham global memberikan dampak cukup signifikan terhadap harga emas. Pada perdagangan hari Selasa atau

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *