Teropong Bisnis | Homepage
Harga Daging Sapi dan Kebijakan Impor Daging Sapi

Harga Daging Sapi dan Kebijakan Impor Daging Sapi

0 Comments 🕔25.Jul 2013

Ekonomi di tanah air memang saat ini sedang sedikit bergejolak. Diawali dengan naiknya harga Bahan Bakar Minyak yang cukup tinggi, yakni mencapai empatpuluh persen, mengakibatkan kondisi ekonomi tanah air cukup caruk maruk. Selain itu, momen bulan puasa dan menjelang lebaran, yang selalu diikuti naiknya harga-harga barang, termasuk bahan makanan menjadi alasan tersendiri.

Dari kalkulasi faktor tersebut, tidak heran kalau beragam harga kebutuhan naik tinggi. Betapa tidak, harga BBM sendiri sangat memainkan peran dalam segala hal, terlebih dalam roda ekonomi. Hampir semua harga barang naik. Bahkan, yang cukup disorot saat ini adalah harga daging sapi yang naik drastis.

Tentu saja, masyarakat mengeluhkan kondisi ini. Bahkan harga daging sapi pernah menembus angka di atas seratus ribu rupiah perkilonya. Banyak masyarakat resah, terlebih pada momen menjelang Idul Fitri seperti ini, dimana kebutuhan akan daging lebih meningkat.

Harga-Daging-Sapi-dan-Kebijakan-Impor-Daging-Sapi-3

Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Tingginya Harga Daging Sapi

Sebetulnya, pemerintah juga tak ambil diam dalam melihat fakta ini. Bahkan saat ini sudah mulai didatangkan daging impor dari luar negeri untuk menekan harga daging sapi lokal. Cukup masuk akal karena harga daging sapi luar negeri atau import cenderung lebih murah.

Selain itu, pemerintah sendiri juga melakukan pemeriksaan yang cukup ketat akan kelayakan daging yang diimport itu. Hanya daging import yang kualitasnya memnuhi standar dan juga telah dinyatakan halal-lah yang akan diturunkan ke pasar. Daging itu direncanakan akan dijual dengan harga berkisar 75.000 Rupiah hingga 85.000 Rupiah saja. Tentu harga ini jauh lebih murah daripada daging sapi lokal.

Keluhan dari Pihak Peternak Sapi dan Pedagang Daging Sapi

Usaha pemerintah menekan harga daging sapi dengan cara mengimpor daging sapi dari luar negeri tidak selalu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Banyak juga dari mereka yang memiliki tanggapan negatif, misalnya dari para peternak sapi. Mereka mengeluhkan sapinya kurang laku, meskipun harganya sudah diturunkan hingga dua juta rupiah.

Para peternak sapi mengaku, harga daging sapi yang tinggi bukan dikarenakan mahalnya harga sapi. Harga sapi masih tetap pada level yang sama dari para peternaknya. Entah bagaimana, sampai di masyarakat harga daging sapi bisa melonjak sangat tinggi. Malah, dengan kebijakan impor daging sapi ini, para peternak mengalami kerugian karena harus menurunkan harga sapinya, dan itupun masih saja sulit untuk menjual sapi-sapi mereka.

Selain dari pihak peternak sapi, para pedagang pun ada yang mengeluhkan kebijakan ini, karena menurut mereka daging sapi impor tersebut kualitasnya kurang baik. Daging sapi lokal kualitasnya jauh lebih baik, menurut mereka. Jadi, beberapa dari mereka enggan untuk menjualnya. Namun, mereka mengakui kalau dengan cara ini harga daging sapi lokal sedikit lebih stabil dan saat ini harganya sudah tidak lagi melebihi harga seratus ribu rupiah per kilonya.

Harga-Daging-Sapi-dan-Kebijakan-Impor-Daging-Sapi-2

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *