Teropong Bisnis | Homepage
Aturan DP Hambat Premi Asuransi Syariah

Aturan DP Hambat Premi Asuransi Syariah

0 Comments 🕔29.May 2013

Kendaraan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat kita. Kendaraan roda dua, terutama, menjadi primadona masyarakat dalam bermobilisasi dan beraktivitas setiap harinya. Berbagai cara untuk dapat membeli kendaraan roda dua dilakukan, mulai dari menabung untuk memiliki uang agar bisa membeli secara cash hingga mengajukan kredit baik di bank maupun lembaga keuangan (finance).

Dari kedua pilihan pembelian cash dan kredit, pilihan kredit merupakan pilihan yang banyak dipilih oleh masyarakat. Pasalnya, dengan mengangsur masyarakat akan lebih diringankan meskipun jika diakumulasi bunga kredit bisa mencapai 50 persen harga sebenarnya. Fasilitas kredit dan pendapatan masyarakat yang tidak tinggi merupakan kolaborasi yang pas dan dirasa menguntungkan masyarakat

Kebijakan Loan to Value Terasa Memberatkan

Namun demikian, beberapa waktu terakhir ini Bank Indonesia (BI) selaku pemegang kewenangan tertinggi menetapkan regulasi yang cukup kontroversial. Regulasi yang dinamakan Loan to Value (LTV) ini mewajibkan nasabah untuk membayar DP kredit kendaraan sebesar 30 persen. Anda pasti bisa membayangkan berapa harga DP yang harus dibayarkan untuk membeli sepeda motor matic secara kredit. Tidak besar memang bagi mereka yang mampu, namun bagi mereka yang kondisi finansialnya terbatas, DP 30 persen bisa membatalkan niat mereka untuk memiliki kendaraan.

Hal ini ternyata bukan sekadar wacana semata. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menghadirkan data yang memperkuat bukti penurunan konsumsi pembelian kendaraan roda dua. Sejak diterapkannya LTV tahun 2012 lalu, penjualan sepeda motor turun sebesar 12 persen dari 8,1 juta unit menjadi 7,1 juta unit. Hal ini cukup memprihatinkan apalagi jika dibandingkan konsumsi kendaraan roda empat  yang masih bisa terselamatkan.

Dampak LTV Bagi Premi Asuransi Syariah Adira Finance

Lembaga syariah dan perbankan merupakan senjata utama masyarakat dalam pengambilan kredit sepeda motor setelah LTV diberlakukan pada lembaga kredit keuangan finance. Namun setelah diberlakukan hal yang sama pada lembaga syariah, Sharia Division Adira Finance mengutarakan target penjualan yang cukup menurun. Menurut Kepala Divisi Syariah Adira Finance, hingga April 2013 ini target kucuran premi asuransi baru terealisasi sebesar 13,48 persen atau sekitar 24 miliar rupiah. Padahal target yang diharapkan tahun ini mencapai 178 miliar. Tahun lalu, premi asuransi yang terealisasi sebesar 158 miliar.

Membaca hal ini, Bimo Kustoro selaku Kepala Divisi Syariah Adira Insurance berencana untuk menurunkan target yang cukup besar, yaitu antara 10 hingga 15 miliar. Beliau juga menyayangkan ketidakjelasan regulasi yang mengatur Loan to Value pada lembaga keuangan syariah yang harus segera diperbaiki. Pasalnya, sistem keuangan syariah dan konvensional memang berbeda konsep dan tidak bisa disamaratakan. Sistem keuangan syariah memang dikenal lebih berasaskan gotong royong dan bagi hasil, berbeda dengan sistem konvensional yang sangat profit oriented.

Similar Articles

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

Uang Elektronik, Bukti Kita Cinta Rupiah

Uang Elektronik, Bukti Kita Cinta Rupiah 0

Sumber image https://www.facebook.com/847034142012155/photos/a.849340171781552.1073741829.847034142012155/876680785714157/?type=3&theater   Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada tanggal 19-21 November kemarin

Pembaharuan Sistem Pembayaran Generasi Baru Yang Diresmikan Bank Indonesia

Pembaharuan Sistem Pembayaran Generasi Baru Yang Diresmikan Bank Indonesia 0

Transaksi dengan Sistem Pembayaran pada masyarakat saat ini semakin aman dan cepat juga handal, hal

Lika Liku Nilai Tukar Rupiah

Lika Liku Nilai Tukar Rupiah 0

Kenapa nilai tukar rupiah bisa melemah ataupun menguat terhadap mata uang negara lain, sih? Jawabannya

Pondok Pesantren Cuma Buat Ngaji? Pikir Lagi!

Pondok Pesantren Cuma Buat Ngaji? Pikir Lagi! 0

Selama ini kalau anda mendengar kata pesantren, pasti otak anda akan dengan otomatis mengasosiasikannya dengan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *