Teropong Bisnis | Homepage
Prediksi Krisis Keuangan di Indonesia

Prediksi Krisis Keuangan di Indonesia

0 Comments 🕔29.Nov 2013

Awal tahun 2009 menjadi malapetaka bagi Indonesia khususnya pada ranah pasar modal. Kala itu nilai tukar rupiah terhadap dollar mencapai level Rp. 12.000. Imbasnya, pasar modal Indonesia menjadi terguncang hingga akhirnya terjerumus pada krisis keuangan. Puncaknya, salah satu bank di Indonesia yaitu Bank Century harus di-bailout.

Lalu bagaimana kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat saat ini? Rupanya, kondisinya tidak jauh berbeda. Menurut data yang diperoleh dari Reuters, hari ini, Kamis 28 November 2013, nilai tukar rupiah terhadap dollar berada pada level Rp. 11.940. Angka ini lebih tinggi dari hari sebelumnya yang masih menyentuh level Rp. 11.800.

Awalnya, Dollar Amerika Serikat memang sempat turun yaitu berada pada level Rp. 11.800. Sayangnya, beberapa saat kemudian mata uang Amerika ini harus mencapai level tertingginya menjelang akhir tahun 2013 ini. Dengan kondisi semacam ini, mau tidak mau pihak bank harus menjual dollar Amerika Serikat pada level Rp. 12.000 atau bahkan lebih.

Ambil contoh saja BNI yang sudah mematok kurs jual Dollar Amerika Serikat pada level Rp. 12.050. Sedangkan untuk kurs belinya, BNI sudah mematok harga Rp. 11.900. Lain halnya dengan Bank BCA yang menetapkan kurs jual dollarnya pada angka Rp. 11.999. Untuk kurs beli, Bank BCA menetapkan harga sebesar Rp. 11.949.

Selain 2 bank populer di Indonesia tersebut, ada pula Bank Indonesia atau BI yang mematok harga dollar pada level Rp. 11.930. Harga ini didasarkan pada kurs referensi pedagang valas yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau biasa dikenal dengan Jisdor. Untuk perbandingan, pada tanggal 1 Desember 2008, dollar Amerika Serikat diperdagangkan pada level Rp. 12.001.

Saat itu, data yang dijadikan patokan adalah data dari Sekretariat Negara RI. Alhasil, Indonesia diputuskan memasuki masa krisis. Selain mengguncang pasar modal dan valas di Indonesia, krisis keuangan global juga menyerang sektor perdagangan luar negeri. Salah satu bukti yang paling kentara adalah adanya penurunan jumlah ekspor dan impor.

Bukti ini diketahui melalui data yang ada di Badan Pusat Statistik atau BPS pada awal Maret 2009 yang lalu. Pada data tersebut diketahui bahwa nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari 2009 hanya mencapai angka US$7.15 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 17.70% jika dibandingkan pada bulan Desember 2008.

Jika dibandingkan dengan Januari 2008 maka nilainya juga mengalami penurunan mencapai 36.08%. Sedang untuk nilai nonmigas pada bulan Januari 2009 hanya mencapai US$6.21 miliar yang artinya turun sekitar 16.67% jika dibandingkan dengan bulan Desember 2008. Nilai ini juga turun sekitar 30.64% jika dibandingkan dengan bulan Januari 2008.

Beberapa sektor yang ikut mengalami penurunan dan terguncang seperti pasar modal meliputi sektor ekspor hasil pertanian, hasil industri, dan tambang.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *