Teropong Bisnis | Homepage
PLN Menderita Karena Utang Luar Negeri

PLN Menderita Karena Utang Luar Negeri

0 Comments 🕔26.Apr 2014

Tahun 2013 menjadi salah satu titik kelam dalam perekonomian Indonesia. Saat itu, banyak masalah yang dihadapi Indonesia. Mulai dari melemahnya Rupiah, tingginya inflasi, defisit neraca perdagangan dan banyak lagi. Secara langsung, masalah ini berdampak pada banyak aspek di Indonesia.

Meskipun tahun 2014 dikatakan tahun baik, karena perekonomian Indonesia berangsung membaik, dampak akibat krisis 2013 masih terasa. Salah satunya adalah dampak yang terjadi pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT PLN (Persero).

Pada tahun lalu, PLN sendiri mengalami kerugian yang cukup besar. Kerugian yang diderita oleh PLN bahkan mencapai Rp. 48 triliun menurut kurs kala itu. Hal ini disebabkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS hingga sebesar 26%.

Kerugian yang diderita PLN ini menyebabkan PLN tidak dapat menyetur dividen ke Pemerintah. Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Utama PLN, Nur Pramudji. Beliau mengatakan bahwa perbedaan selisih kurs Rupiah pada awal dan akhir tahun lalu yang menjadi penyebab utama hal ini terjadi.

Selain masalah diatas, Nur juga menjelaskan bahwa PLN juga mengalami masalah dengan jumlah utang perusahaan. Karena mereka menderita kerugian kurs, maka utang luar negeri PLN menjadi membengkak. Hal ini terjadi karena adanya penguatan mata uang asing.

Selain menguatnya nilai mata uang asing, membengkaknya utang PLN ini juga diakibatkan penggunaan utang ini. Nur menyebutkan PLN selama ini menggunakan uang dari utang luar negeri untuk pembangunan beberapa pembangkit listrik.

pln, artikel ekonomi, hutang luar negeri, managemen keuangan

Nur menambahkan, utang PLN saat ini berbentuk mata uang asing, seperti Dollar AS, Yen dan lainnya. Utang PLN juga sebagian besar berasal dari pinjaman dari Bank Dunia, ADB, Jepang dan Jaica. Karena utang PLN menggunakan mata uang asing, maka saat kurs berubah, utang ini akan menjadi tinggi. Akibatnya, PLN tidak mendapatkan keuntungan atau merugi.

Menurut Nur, pihaknya sebenarnya ingin menggunakan Rupiah sebagai modal untuk pengembangan perusahaan. Akan tetapi, hal ini tidak mungkin dilakukan, karena kondisi Rupiah di pasar tidak memungkinkan.

Pasokan Rupiah saat ini sangat rendah, sehingga tidak mencukupi semua biaya yang dibutuhkan PLN. Masalah ini tetap didapat, meskipun PLN mendapatkan pinjaman dari perbankan BUMN untuk dana investasi. Selain itu, batas peminjaman modal di dalam negeri juga terbatas. Hal ini pula yang membuat PLN memutuskan untuk meminjam ke luar negeri.

Nur berharap tahun ini nilai tukar Rupiah dapat membaik dan stabil. Dengan demikian, maka dampak negatif dari utang luar negeri PLN juga akan kecil. Bila hal ini dapat terjadi, maka dipastikan kinerja keuangan PLN akan semakin membaik. Dan bila mungkin, PLN akan meminjam dalam Rupiah saja agar tidak mendapatkan masalah yang sama seperti tahun lalu.

pln, artikel ekonomi, hutang luar negeri, managemen keuangan

BACA JUGA:

Gara-Gara Hadi, BCA Diincar KPK

Mata Uang Rupiah Masuk High Five Setelah Keluar Dari Fragile Five

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *