Teropong Bisnis | Homepage
Pemerintah vs BI, Perekonomian Indonesia Terancam!

Pemerintah vs BI, Perekonomian Indonesia Terancam!

🕔11.Nov 2013

Saat Amerika Serikat mengalami masalah beberapa waktu yang lalu, dimana kala itu pemerintahan mereka berhenti beroperasi, banyak dampak yang ditimbulkan. Salah satunya adalah dampak pada perekonomian global. Perekonomian Indonesia pun terkena imbasnya. Akibatnya, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah.

Saat ini, ekonomi Amerika Serikat kembali membaik dan dolar menguat. Hal ini juga membawa masalah pada nilai tukar Rupiah  yang kembali kalah terhadap dolar AS. Bagaimana pemerintah Indonesia menyikapinya?

Ada satu rencana kebijakan pemerintah yang akan digulirkan yaitu pemberian kesempatan besar untuk para investor asing untuk menanamkan uang mereka di Indonesia. Beberapa bidang usaha yang dibuka untuk para investor ini cukup banyak dan terdapat dalam Daftar Negatif Investasi.

Tetapi rupanya, kebijakan pemerintah ini mendapat kritik dari  Gubernur Bank Indonesia, AgusMartowardoyo. Yang dipertanyakan pihak BI adalah apakah kebijakan ini mampu menekan impor dan meningkatkan ekspor?

Agus mengatakan, pihaknya menanyakan hal ini karena ada beberapa poin yang dipandang cukup aneh dalam kebijakan pemerintah terbaru mengenai investasi asing ini. Salah satunya adalah membuka kesempatan investor asing untuk menginvestasikan uang mereka pada bidang transportasi, dalam hal ini lapangan udara dan pelabuhan seperti dalam DNI.

Kebijakan diatas dipandang Agus tidaklah cukup untuk meningkatkan angka ekspor secara signifikan. Dan juga, langkah tersebut memberikan pengaruh positif dalam defisit neraca transaksi berjalan.

Agus mengatakan seharusnya pemerintah lebih berkonsentrasi dalam membuat kebijakan yang lebih baik untuk menaikkan angka ekspor dan menurunkan angka impor.

Pengamat Ekonomi, Purbaya Yudhi Sadewa memandang bahwa kritikan yang dilontarkan oleh Gubernur Bank Indonesia ini menunjukkan tujuan utama pemerintah saat membuat kebijakan untuk perekonomian Indonesia ini. Pemerintah dipandang hanya fokus pada penanggulangan defisit pada neraca transaksi berjalan.

Purbaya juga berpendapat bahwa pengambil kebijakan ini sepertinya bingung. Mereka belum bisa memutuskan dengan jelas akan berkonsentrasi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi atau mengatasi defisit current account.

Menurut Purbaya, bila pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi defisit pada neraca transaksi berjalan, maka pemerintah harus mengambil instrumen kebijakan yang menekan impor. Dilain sisi, kebijakan ini juga harus dijalankan seiring dengan kebijakan untuk meningkatkan ekspor.

Purbaya juga mengatakan perbedaan yang terjadi antara pemerintah dan Bank Indonesia sangat berbahaya bagi perekonomian Indonesia. Saat ini perekonomian Indonesia sedang berada di zona negatif, jadi, diperlukan ketegasan kedua lembaga dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, maka penyelesaian masalah ekonomi Indonesia ini akan segera dapat dilaksanakan.

Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan bahwa DNI yang akan direvisi pemerintah kali ini lebih ketat bila anda bandingkan dengan revisi sebelumnya. Anda akan dapat menemukan perbedaanya bila anda melihat lebih detail lagi pada kebijakan-kebijakan baru pada DNI yang telah direvisi ini.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke