Teropong Bisnis | Homepage
Nilai Tukar Rupiah Terus dan Terus Mengkhawatirkan

Nilai Tukar Rupiah Terus dan Terus Mengkhawatirkan

0 Comments 🕔01.Dec 2013

Nilai tukar Rupiah, sempat mendekati Rp. 12.000 per dollar AS beberapa waktu lalu yaitu Rp. 11.930 per dollar AS, terendah sejak April 2009 menurut Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga turun 17,56 poin (0,41 persen) ke posisi 4.233,93.

Di Bank, nilai dollar AS lebih tinggi. Bank Mandiri Rp 11.893 (beli) dan Rp 12.087 (jual) per dollar AS, Bank BCA, Rp 11.980 (beli) dan Rp 12.060 (jual) per dollar AS dan Bank Commonwealth Indonesia Rp 11.997 (beli) dan Rp 12.125 (jual) per dollar AS.

Menurut Gubernur BI Agus DW Martowardojo, hal ini adalah hal normal. Karena, empat tahun terakhir, pasar terlalu likuid dan bunga terlalu rendah. Selain itu, Bank Sentral AS, The Fed yang akan mengurangi stimulus moneter dan membaiknya kondisi ekonomi AS juga menjadi penyebabnya. Hal ini menyebabkan dollar AS semakin kuat dan untuk membelinya dibutuhkan Rupiah dalam jumlah besar.

Dollar AS yang dibeli digunakan untuk membayar utang luar negeri yang mencapai 259,867 miliar dollar AS per September 2013 dan juga pembayaran bunga utang 21,025 miliar dollar AS pada Oktober-Desember 2013.

Hal ini juga memberatkan. Contohnya, bila dibayar pada 1 Oktober 2013 saat nilai tukar Rupiah Rp. 11.593 per dollar AS, maka dibutuhkan Rp 243,742 triliun, jika saat ini dibutuhkan Rp 250,828 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan bahwa intervensi BI dilakukan karena percaya pelemahan ini hanya sementara. Tetapi, Difi enggan menyebutkan besaran target intervensi ini.

Pelemahan nilai tukar Rupiah ini juga diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Mahalnya Dollar AS

Meskipun BI sudah mengucurkan cadangan devisa sebesar 96,996 miliar dollar AS, tetapi pasar sudah merespon negatif akibat buruknya data transaksi berjalan Indonesia.

2. Tingginya Impor Minyak

Tercatat defisit transaksi berjalan Indonesia per triwulan III-2013 sebesar 8,4 miliar dollar AS dan transaksi berjalan neraca minyak juga defisit 5,856 miliar dollar AS. Hal ini disebabkan adanya impor minyak sebesar 10,668 miliar dollar AS.

3. Pemerintah Mengabaikan Industrialisasi

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang, Ahmad Erani Yustika, pemerintah tidak membuat kebijakan industrialisasi yang kuat. Hal ini menyebabkan ekspor menurun yang berdampak langsung pada pengusaha.

Tetapi, menurut Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi, pemerintah saat ini sedang berusaha mendorong pertumbuhan berbagai sektor industri. Jadi, ekspor bahan mentah harus dihindari. Untuk menambah nilai produk, harus dilakukan di dalam negeri.

4. Faktor Psikologis

Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan, Doddy Ariefianto juga menambahkan banyaknya pemegang dollar AS yang menahan dollar, meskipun BI Rate naik menjadi 7,5 persen. Hal ini membuat investor saham khawatir dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Ketua Partai Nasdem Enggartiasto Lukita juga mengkhawatirkan akan kondisi ekonomi yang lebih berat pada tahun depan. Menurut Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, pesta politik tahun depan akan menjadi faktor penting dalam perbaikan kondisi ini.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *