Teropong Bisnis | Homepage
Misteri Stabilnya Harga Daging Sapi, Mendekati Idul Adha

Misteri Stabilnya Harga Daging Sapi, Mendekati Idul Adha

0 Comments 🕔15.Oct 2013

Idul Adha merupakan hari raya kurban untuk para umat Islam. Akan tetapi, momen ini juga menjadi momen dimana harga daging melonjak.

Tapi, bila anda lihat harga daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, maka Anda akan menemukan sesuatu yang janggal. Harga daging sapi tetap stabil dikisaran harga nomal, Rp. 90 ribu per kg. Hal ini tentu sangat mengherankan, mengingat harga daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) sudah naik sejak beberapa hari yang lalu.

Menurut Uwi Damanhuri (35) pedagan sapi di Pasar Senen, ada alasan mengapa dirinya enggan menaikkan harga daging sapi. Dia mengaku bahwa saat membeli dari RPH Karawaci, harga daging sapi sudah naik Rp. 2 ribu per kg. Tapi, karena persaingan antara pedagang sapi makin ketat, maka, tidak tepat untuk menaikkan harga daging sapi yang dia jual.

Uwi mengatakan bila dia menaikkan harga daging sapi, mengikuti harga RPH, maka dia akan kehilangan pelanggan. Hal ini juga dikarenakan semakin banyaknya pedagang sapi yang berdagang di Pasar Senen.  Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, dimana pedagang daging sapi masih sedikit.

Kondisi ini sangat bertolak belakang bila anda bandingkan dengan harga daging sapi sepekan setelah Idul Fitri. Saat itu, harga daging sapi melonjak tinggi bahkan menembus Rp. 110 ribu – Rp. 120 ribu per kg.

Selain beberapa alasan diatas, Uwi juga menyampaikan bahwa penjualan daging sapi sebelum Hari Raya Idul Adha tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Hal ini dikarenakan banyak penjagal yang lebih senang menjual sapi hidup. Dampaknya, stok sapi potong yang berada di RPH turun drastis.

Menurut Uwi, penjualan saat ini berbeda pada saat Idul Fitri yang lalu. Saat ini, dirinya hanya bisa menjual 2 atau 3 ekor sapi yang bila sudah dipotong menghasilkan sekitar 6 kuintal daging. Dan, semua daging ini biasanya diborong oleh pelanggan yang berasal dari rumah makan, katering dan lainnya.

Akan tetapi, saat Idul Fitri yang lalu, dia bisa menjual lebih dari itu. Saat itu, dia bisa menjual sekitar 10 ekor atau sekitar 20 kuintal daging.

Dengan memasang harga normal daging sapi, maka keuntungan yang Uwi dapatkan juga menurun. Hasilnya, omsetnya juga menurun.

Per hari, Uwi bisa mendapatkan pemasukan Rp. 50 juta. Tapi, omzet ini dipotong untuk membeli daging sapi, transportasi, gaji karyawan dan lainnya. Kerugian ini juga diakibatkan, saat dia membeli daging sapi dari RPH, dia memakai uang pribadinya.

Berbeda dengan Jony Indo (54) yang juga berdagang daging sapi di Pasar Senen. Alasan dia mematok harga daging sapi di harga normal, Rp. 90 ribu per kg karena dia mendapatkan harga yang cukup murah dari RPH Cakung. Jadi, pedagang di Pasar Senen kompak dan sepakat untuk tidak menaikkan harga.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *