Teropong Bisnis | Homepage
Kontrak-Kontrak Cantik di BBJ

Kontrak-Kontrak Cantik di BBJ

0 Comments 🕔22.Dec 2013

Kopi robusta dan arabika menjadi bintang di Bursa Berjangka Jakarta atau BBJ. Hal ini setelah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan meluncurkan kontrak berjangkan komoditas untuk komoditi ini.

Hal ini dilakukan karena Indonesia menjadi penghasil kopi terbesar ke-3 di dunia. Tahun lalu, produksi kopi mencapai 748 tibu ton (6,6 persen produksi kopi dunia) dengan 601 ribu ton kopi robusta dan 147 ribu ton kopi arabika.

Direktur Utama PT. BBJ Sherman Rena Krisna mengatakan ada 2 macam kontrak untuk kopi arabika dan robusta. Untuk kopi arabika, satuan kontraknya sebesar 2 ton (2000 kg), dengan kualitas SNI  Grade 1 Arabica Coffee  (No.01-2907-2008). Sedangkan untuk kopi arabika, satuan kontraknya adalah 5 ton (5000 kg), dengan kualitas SNI  Grade IV-B Robusta Coffee  (No. 01-2907-2008) sesuai dengan ketentuan Badan Standardisasi Nasional.

Menurut Sherman, sebenarnya kontrak untuk komoditi kopi bukanlah hal yang baru. Tapi, kali ini, PT. BBJ membuat kontrak yang lebih baik agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Selain kopi, ada juga emas dan karet. Untuk emas kontrak BBJ dibuat karena banyak investor yang memilih produk ini untuk investasi yang aman.

Untuk karet, salah satu alasan utamanya adalah Indonesia menjadi produsen karet terbesar ke-2 di dunia. Artinya, peluang untuk meningkatnya ekspor komoditi ini sangatlah besar.

produsen kopi indonesia

Selain itu, produksi karet dunia tidak mencukupi kebutuhan dunia akan karet. Tahun 2011 saja, produksi karet dunia mencapai 10, 97 juta ton dengan kebutuhan sebesar 11,15 juta ton. Artinya, akan ada peningkatan harga dari karet dikarenakan permintaan yang besar ini.

Kurangnya produksi karet ini disebabkan oleh cuaca. Contohnya di Australia, penyadapan karet terganggu akibat musim dingin di negara ini yang menyebabkan penurunan produksi sebesar 50 persen.

Karet dipandang sangat menjanjikan bukan hanya karena Indonesia menjadi penghasil karet terbesar ke-2 setelah Thailand. Akan tetapi, Indonesia juga memiliki perkebunan karet yang sangat besar, lebih besar dari Thailand dan Malaysia. Thailand hanya memiliki 2,6 juta hektar dan Malaysia 1,02 juta hektar, sedangkan Indonesia mencapai 3,4 juta hektar.

Memang Indonesia memiliki lahan yang lebih luas. Akan tetapi, aspek transaksi masih perlu diperbaiki. Kepala Bappebti Sutriono Edi mengatakan pembuatan kontrak ini bertujuan agar membuat transaksi perdagangan berjalan benar-benar bermanfaat untuk pelaku usaha dan juga mengembangkan kontrak berjangka komoditas baru yang lebih inovatif.

Peluncuran kontrak baru juga dilakukan untuk mendukung perkembangan transaksi komoditas primer tahun ini. Tercatat, transaksi komoditas primer mencapai 1.171.745 lot atau 5,26 persen dari total volume transaksi perdagangan berjangka yang mencapai 22.242.921 lot.

Bila dibandingkan dengan jumlah transaksi pada tahun 2012, pada tahun ini terjadi peningkatan sebesar 3 persen. Meskipun demikian, peningkatan ini tidak seimbang dengan transaksi multilateral di BBJ yang mencapai 30 persen.

Ke depannya, BBJ diharapkan dapat berkembang. Hal ini akan mempengaruhi likuiditas pasar di Bursa Berjangka.

produsen kopi indonesia

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *