Teropong Bisnis | Homepage
Kerugian BUMI Mencapai Rp 6,88 Triliun

Kerugian BUMI Mencapai Rp 6,88 Triliun

0 Comments 🕔10.Apr 2014

Sampai saat ini kinerja PT Bumi Resources Tbk masih merah. Pasalnya emiten batubara kepunyaan Bakrie Group tersebut masih menanggung kerugian bersih sekitar 609,01 juta dollar Amerika Serikat atau senilai Rp 6,88 triliun sepanjang tahun 2013. Walaupun mengalami kerugian, kinerja ini lebih baik dibandingkan pada tahun 2012 silam di mana kerugian BUMI mencapai USD 666,2 juta.

BUMI mengalami kerugian karena pendapatan emiten ini pada tahun 2013 turun 6,03 % menjadi USD 3,54 miliar dari sebelumnya USD 3,77 miliar. Sementara itu, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan sebesar 2,5 % menjadi USD 2,86 miliar. Hal ini menyebabkan laba usaha PT BUMI mengalami penurunan sebesar 46,78 % menjadi USD 230,04 juta dari sebelumnya USD 432,28 juta

Dalam laporan keuangan yang baru dirilis hari Selasa kemarin (4/8), ditunjukkan bahwa kinerja BUMI semakin tertekan karena juga mengalami kerugian selisih kurs sekitar USD 136,8 juta. Pada tahun sebelumnya, posisi rugi kurs perusahaan ini hanya USD 47,89 juta.

Kerugian BUMI ini juga disebabkan karena kerugian neto penjualan entitas anak sebesar USD 50,42 juta. Pada tahun 2013, BUMI telah mencatatkan utang jangka panjang dengan nilai total USD 2 miliar. Sementara itu, total kewajibannya tidak kurang dari USD 7,3 miliar dengan ekuisitas minus sebesar USD 302,9 juta.

Karena kinerja yang mengecewakan tersebut, saham perusahaan BUMI kemarin turun 4,2 % dari hari sebelumnya menjadi Rp 251 per saham. Bali Securities menjadi broker dengan penjualan bersih saham PT Bumi terbesar dengan nilai Rp 8,04 miliar dan disusul dengan Lautandhana Securindo dengan pendapatan penjualan bersih sebesar Rp 3,15 miliar.

Karena tekanan jual kemarin, harga saham yang sempat menjadi primadona bagi investor tersebut terpuruk ke level terendah semenjak satu dasawarsa terakhir. Harga saham BUMI terendah tercatat sebesar Rp 235 per saham pada tanggal 2 Desember 2003. Bila dihitung sejak akhir tahun 2013, harga saham BUMI sudah anjlok 116,33 %.

Selama beberapa tahun lalu, saham PT Bumi sempat menjadi primadona bagi para investor. Harga saham perusahaan ini pun pernah naik cukup drastis dan berhasil mencetak rekor harga tertinggi pada tanggal 12 Juni 2008 dengn level Rp 8.850 per lembar saham.

Ada beberapa hal yang sebenarnya wajib menjadi sentimen positif untuk pergerakan saham BUMI yaitu mulai dari kesuksesan Bakrie Group membawa pulang 29,2% saham BUMI dari Asia Resources Minerals Plc sampai lampu hijau pemegang saham terhadap rencana pengurangan utang senilai USD 2 miliar.

“Namun, pengurangan utang itu perlu waktu karena semua baru mengetuk palu. Belum ada pelaksanaannya,” ucap Managing Partner Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe kemarin.

Soal pelunasan utang, BUMI memang baru mendapat persetujuan pemegang saham belum lama ini. Bahkan lampu hijau itu juga baru menyala setelah BUMI gagal beberapa kali menggelar RUPS. Rencana untuk pembayaran utang ini juga belum dapat dipastikan apakah akan memperbaiki keuangan perusahaan atau memberatkan kinerja PT BUMI di masa yang akan datang setelah kerugian BUMI yang terjadi saat ini.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/04/09/0903084/BUMI.Merugi.Rp.6.88.Triliun

ekonomi, kerugian bumi, pt bumi, kerugian triliunnan, artikel ekonomi

BACA JUGA:

Benarkah 99% Saham ANTV Sudah Laku?

Saham Blitz Megaplex Akan Segera Disebar

 

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *