Teropong Bisnis | Homepage
Kasus Bank Indonesia dengan Salah Satu Calon Direktur BTN

Kasus Bank Indonesia dengan Salah Satu Calon Direktur BTN

0 Comments 🕔16.Dec 2013

Kasus tak mengenakkan sedang melanda Bank Indonesia. Kasus tersebut berkaitan dengan mantan Direktur Bank Tabungan Negara, Saut Pardede. Saat ini, dirinya sedang melayangkan somasi terhadap Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardoyo. Saut menilai bahwa fit and proper test bank sentral kepada dirinya adalah cacat prosedur dan materi.

Hasil uji kelayakan tersebut juga memutuskan bahwa Saut dinyatakan tidak lolos untuk posisi calon Direktur BTN. Tidak lolosnya Saut ini adalah hasil yang kedua kalinya selama ia mencalonkan diri. Saut yang geram mengancam akan mengirimkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN apabila memang tidak ada respon dari pihak Bank Indonesia.

Di sisi lain, Bank Indonesia memiliki alasan mengapa Saut tidak lolos menjadi calon Direktur BTN. Menurut pihaknya, Saut menggunakan asas perbankan yang tidak sehat. Hal ini merupakan buntut tindakan Saut saat menyelesaikan kredit macet dengan cara restrukturisasi di tahun 2010 yang lalu.

Pernyataan ini dibantah oleh Saut Pardede. Menurutnya, penilaian tersebut tidak bisa dijadikan patokan untuk tahun 2012 karena sudah berlalu. Kala itu, dirinya juga harus mencapai target non-performing loan yang mencapai 2.99%. Ia menambahkan bahwa langkah yang diambilnya tidak hanya itu saja. Memo dari Bank Indonesia juga menyebutkan adanya lelang hak tanggungan, penjualan agunan, serta koordinasi kredit one debt di kantor cabang.

kasus bank indonesia

Saut menuding bahwa Bank Indonesia melakukan keputusan sepihak. Ini terbukti dengan hanya beberapa orang saja yang ikut tersangkut dalam masalah ini. Sejak 6 Desember 2013 lalu BTN dioperasikan oleh 3 dewan direksi saja. 2 kandidat lainnya yaitu Evi Firmansyah dan Saut Pardede dinyatakan tidak lolos fit and proper test.

Selain tidak meloloskan 2 kandidat tersebut, Bank Indonesia juga tidak meloloskan calon lainnya yaitu Mas Guntur Dwi S dan Poermomo. Bank Indonesia melakukan fit and proper test setelah buntut dari adanya dugaan fraud dalam penurunan NPL.

Ini pula yang membuat Saut Pardede melakukan somasi. Ia menyatakan bahwa Bank Indonesia berasumsi bahwa Saut yang kala itu mengambil langkah restrukturisasi justru berakibat fatal. Saat itu, NPL adalah 4.23% per Oktober 2010 dan setelah direstrukturisasi justru menurun menjadi di bawah 3.2%.

Tentu saja, Saut merasa dipojokkan akan hal ini dan menjadi naik pitam. Namun menurut Bank Indonesia sendiri seluruh dewan direksi memang melakukan fit and proper test dan sayangnya yang dinyatakan tidak lolos memang hanya sebagian saja. Kasus ini akan berbuntut panjang jika Bank Indonesia tidak mengambil tindakan yang tegas.

Kelanjutan dari kasus ini sendiri masih belum jelas titik pangkalnya. Apakah memang benar Bank Indonesia melakukan keputusan sepihak hanya karena langkah restrukturisasi yang diambil oleh Saut Pardede tersebut? Tentu, Anda patut memantau terus kelanjutan dari kasus Saut dan Bank Indonesia tersebut.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *