Teropong Bisnis | Homepage
Karena Madoff, JPMorgan Harus Menanggung Akibatnya

Karena Madoff, JPMorgan Harus Menanggung Akibatnya

0 Comments 🕔09.Jan 2014

Tahun 2008 bukan hanya tahun dimana krisis ekonomi melanda Amerika Serikat (AS). Tetapi, terjadi juga kasus penipuan investasi terbesar yang mencapai US$ 50 miliar, dengan tersangkanya Bernard Madoff melalui ‘Skema Ponzi’ miliknya. Madoff menggunakan perusahaan investasinya, Madoff Investment Securities untuk menipu investor besar, seperti HSBC dan lainnya.

Penipuan ini juga berimbas pada JPMorgan Chase selaku bank dimana Madoff melakukan pencucian uang. JPMorgan terbukti bersalah karena gagal mencegah tindak kejahatan ini. Dan, akhirnya, JPMorgan harus membayar US$ 2,24 miliar kepada korban penipuan Madoff dan US$ 350 juta denda ke Pemerintah AS.

Cara yang digunakan Madoff adalah menjanjikan keuntungan berlipat ganda dan lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil. Hal ini dapat diberikan, bila investor mau menyimpan dananya dengan waktu lebih lama di perusahaan investasi miliknya.

Sebenarnya, cara Madoff ini sudah digunakan oleh Charles Ponzi, yang juga seorang penipu investasi, pada era 1919 – 1920. Kala itu sedang maraknya transaksi spekulasi perangko. Oleh karena itu, penipuan Madoff dinamakan Skema Ponzi.

Pada saat itu, Ponzi mendirikan “The Security Exchange Company” yang menjanjikan keuntungan 40% dalam 90 hari. Padahal, bunga bank kala itu hanya 5% setahun. Hal ini menarik sekitar 40.000 orang untuk menanamkan uang mereka di perusahaan Ponzi ini. Dana yang terkumpul sekitar US$15 juta atau senilai US$140 juta sekarang.

Ternyata, setelah Pemerintah melakukan audit pada perusahaan Ponzi pada Agustus 1920, ditemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Bahkan nilai aset miliknya hanya US$ 1,6 juta, lebih kecil dari utangnya pada investor. Keuntungan yang dijanjikan Ponzi, ternyata diambil dari dana milik investor lainnya atau istilahnya cara tambal sulam.

madoff, jpmorgan, ekonomi, bisnis, amerika serikat

Di Indonesia, praktek yang dilakukan Ponzi dan Madoff ini juga sering terjadi. Contohnya adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR dengan investasi agribisnis mereka.

Madoff juga menggunakan dana investor baru untuk membayar keuntungan investor lama. Hal ini terus berlangsung hingga mencapai US$ 50 miliar. Setelah ada krisis 2008, banyak investor yang ingin mengamankan investasinya dengan menariknya. Dan, dari sini, terungkap praktek penipuan Madoff.

Korban-korban Madoff selain HSBC juga bermunculan, seperti:

  1. Bapepam Spanyol kehilangan investasi sebesar US$ 147 juta
  2. Santander kehilangan investasi sebesar US$ 3 miliar
  3. Aozora Bank kehilangan investasi sebesar US$ 137 juta
  4. Niponkoa Insurace Co dan Mitsui Sumitomo Insurance dan Daiwa Securities kehilangan beberapa ratus juta Yen
  5. Nomura Holdings kehilangan 27,5 miliar Yen
  6. Bank swasta Austria, Medici kehilangan investasi sebesar US$ 2,1 miliar
  7. Fortis kehilangan investasi sebesar US$ 1,2 miliar
  8. HSBC kehilangan investasi sebesar US$ 1 miliar

Penipuan Madoff juga mencoreng nama Securities and Exchange Commission (SEC) atau Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) AS. Selain tidak mampu mencegah krisis 2008, penipuan yang berlangsung bertahun-tahun ini juga luput dari pengawasan mereka. Padahal, sudah ada beberapa pihak yang mencurigai praktek ini, seperti koran “Barron” tahun 2001 yang menemukan bahwa return dengan besar 2 digit yang ditawarkan Madoff cukup mencurigakan.

 madoff, jpmorgan, ekonomi, bisnis, amerika serikat

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *