Teropong Bisnis | Homepage
Kabar Gembira bagi Pengusaha Properti

Kabar Gembira bagi Pengusaha Properti

0 Comments 🕔24.Oct 2013

Sukiryanto selaku ketua Real Estate Indonesia atau disingkat REI Kalbar menyatakan sambutan baik terkait hasil pertemuan REI se-Indonesia dengan Dadang Suharna selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Perpajakan Nasional. Pada pertemuan yang berlangsung pada 17-10- 2013 tersebut disepakati beberapa hasil.

Salah satunya adalah pihak pengembang harus taat dan patuh dengan pajak. Ini terkait dengan tujuan pajak itu sendiri yang berasal dari kita dan untuk kita. Lebih lanjut, Sukiryanto menyatakan bahwa untuk wilayah Kalbar, masalah telah berhasil diselesaikan yaitu dengan satu hasil bahwa pengembang di Kalbar tidak perlu mendaftar sebagai PKP atau Pengusaha Kena Pajak untuk semua pemilik tanah dan membayar PPN 10%.

Dalam hal ini, pengembang cukup membayarkan atas namanya atau perusahaan yang sudah di PKP. Perlu diketahui bahwa tugas seorang pegawai pajak bukanlah mencari target namun melakukan pemeriksaan. Lebih dari itu, pegawai pajak juga berkewajiban membina kepatuhan wajib pajak atau yang disingkat WP khususnya dalam melaksanakan dan membayar pajak. Di sisi lain, jika pembangun dan pemilik tanah tidak bias menggunakan PKP maka seharusnya ada kebijakan khusus seperti KMS atau Kegiatan Membangun Sendiri. Setidaknya, negara akan mendapatkan masukan.

Intinya, harus ada win-win solution antara pihak pemeriksa dan pengembang agar terbebas dari inspeksi pemeriksa kepatuhan. Peninjauan kembali terhadap permasalahan pengembang khususnya pengembang yang sudah mendaftar sebagai PKP baik secara pribadi dan perusahaan mutlak perlu dilakukan.

Hal ini bertujuan agar pembinaan tetap berjalan dan penghasilan pajak terus mengalir ke kas negara. Tentu saja, ini juga diperlukan agar tidak memberatkan pengembang dan masyarakat kecil. Sebagai contoh, adanya pengembang program pemerintah atau FLPP dengan harga jual maksimal Rp. 95.000.000 namun harus dijual di atas harga tersebut demi mempertahankan mutu dan kualitas rumah itu sendiri.

Jika terjadi kekurangan dalam pembayaran maka kekurangan tersebut dapat dicicil selama 1 tahun. Untuk masalah validasi yang sudah ditetapkan oleh Dispenda dan BPHTB serta PPH telah dibayar menggunakan dasar hitungan tetap yang berdasarkan hasil validasi.

Akan sangat penting bagi KPP atau Kantor Pelayanan Pajak dan Dispenda untuk melakukan sinkronisasi perhitungan agar nantinya tidak menyalahkan pihak pengembang. Lebih jauh lagi, pemilik tanah dengan nama perseorangan boleh di JO serta boleh dibuat badan hokum berupa PT atau CV.

Pembayaran PPN-nya akan ditanggung oleh perusahaan yang sudah menjadi PKP. Dalam hal ini, pengembang yang terkena PKP merupakan pengusaha atau perseorangan dengan usaha di atas Rp. 600.000.000 per tahun. Mereka harus membayar 10% pajak PPN.

Untuk KMS sendiri dikenakan pajak sekitar 2% hingga 4%. Kesimpulannya, Sukiryanto menyatakan rasa bangganya karena telah membayar pajak. Aturan ini juga harus dipatuhi semua pengembang dengan pembinaan dari pegawai pajak.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *