Teropong Bisnis | Homepage
JPMorgan Chase & Co Mencatat Rekor Denda Dalam Sengketa Subprime Mortgage

JPMorgan Chase & Co Mencatat Rekor Denda Dalam Sengketa Subprime Mortgage

0 Comments 🕔21.Nov 2013

Krisis ekonomi global yang terjadi pada 2008 menyisakan banyak dampak. Salah satunya adalah banyak pemilik rumah yang mengambil kredit untuk rumah terjerat hutang besar. Banyak penyebab masalah ini terjadi. Salah satunya adalah salahnya penilaian perusahaan yang membantu pemilik rumah ini saat mengambil kredit rumah.

Salah satu perusahaan yang terjerat masalah ini adalah JPMorgan Chase & Co. Perusahaan ini setuju membayar ganti rugi atas penilaian dan informasi yang mereka berikan yang membuat banyak pemilik rumah memiliki masalah hutang. Hal ini terjadi pada saat sebelum krisis keuangan tahun 2008.

Sedangkan jumlah ganti rugi yang disetujui akan dibayar oleh perusahaan ini sebesar 13 miliar dolar atau sekitar RP. 150 triliun.  Jumlah ini dibayarkan kepada semua investor yang mendapatkan masalah saat karena informasi tentang kualitas sekuritas berbasis mortgage yang salah dari perusahaan JPMorgan Chase & Co. Jumlah ini juga sudah termasuk kesepakatan dengan Pemerintah AS dan Pemerintah negara bagian New York dan California.

Kesepakatan ini diumumkan pada hari Selasa 19 November 2013. Selain itu, putusan ini juga menjadi salah satu sengketa terbesar antara Pemerintah AS dengan perusahaan.

Masalah ini terjadi setelah JPMorgan Chase & Co dan beberapa bank lainnya menjual sekuritas dengan jaminan hipotek yang menyesatkan para investor. Hal ini pula yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya pasar perumahan di Amerika pada 2006 dan 2007. Skandal Subprime Mortgage ini menjadi krisis terburuk setelah Depresi Hebat pada 1930.

Kesepakan dengan JPMorgan Chase & Co ini akan menjadi acuan untuk kesepakatan dengan bank lain yang juga mengalami masalah. Dan,dalam kesepakatan yang selesai setelah negoisasi berbulan-bulan ini mengharuskan JPMorgan Chase & Co untuk membayar 4 miliar dollar AS kepada pemilik rumah dan investor yang terkena masalah.

Jaksa Agung Amerika, Eric Holder mengungkapkan bahwa tindakan perusahaan ini dan yang lainnya merupakan salah satu penyebab utama krisis perumahan beberapa waktu yang lalu. Perusahaan-perusahaan ini sengaja menawarkan pinjaman yang tidak sehat kepada investor. Eric juga mengatakan hal ini sangat tidak dibenarkan di hukum AS.

Selain untuk para investor, JPMorgan Chase & Co juga harus membayar denda sebesar 2 miliar dollar atau sekitar RP. 23 triliun kepada pemerintah Federal. Dan, perusahaan ini juga harus membayar 1 miliar dollar AS kepada negara bagian New York dan 6 miliar dollar kepada investor.

CEO JPMorgan Chase & Co, Jamie Dimon mengungkapkan bahwa bank-bank yang bermasalah, seperti Bear Stearns dan Washington Mutual sudah termasuk dalam kesepakatan ini. Pihaknya juga lega karena sudah merampungkan semua kewajiban dan denda sesuai dengan kesepakatan ini baik kepada pemerintah, Departemen Kehakiman dan pihak lainnya.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *