Teropong Bisnis | Homepage
Inflasi Membonceng Kenaikan Harga Elpiji

Inflasi Membonceng Kenaikan Harga Elpiji

0 Comments 🕔12.Jan 2014

Seperti yang kita tahu, ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat inflasi di negara Indonesia. Salah satunya adalah sektor migas. Beberapa pekan ini, terjadi kenaikan harga elpiji untuk ukuran 12 kilogram. Hal ini mengkhawatirkan banyak pihak karena bukan tidak mungkin akan mempengaruhi tingkat inflasi Indonesia.

Bahkan, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan naiknya harga elpiji non subsidi ini, akan menjadi pemicu naiknya inflasi sebesar 0,1 persen pada 2014. Kenaikan harga elpiji jenis ini sendiri pada Januari tahun ini adalah sebesar 17 persen atau sekitar Rp. 1.000 per kilogram.

Kenaikan harga elpiji non subsidi ini ditetapkan oleh Pertamina mulai tanggal 1 Januari 2014 pukul 00.00. Kenaikan ini berlaku secara serentak di seluruh Indonesia. Bila dihitung lagi, maka ketika sampai dikonsumen, maka rata-rata kenaikan akan menjadi sebesar Rp. 3.959 per kilogram.

Adanya keputusan untuk menaikkan harga elpiji non subsidi ini bukannya tanpa alasan. Pertamina mengaku merugi dalam bisnis elpiji 12 kilogram ini. Kerugian yang diderita rata-rata mencapai Rp. 6 triliun per tahun.

Adanya perkiraan kenaikan inflasi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga elpiji ini sebenarnya sudah disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) beberapa waktu yang lalu. BI memperkirakan kala itu, kenaikan inflasi sebesar 0,13 persen karena hal ini.

gas elpiji, inflasi, ekonomi, harga naik

Pada tahun 2013, inflasi Indonesia sebenarnya juga naik cukup besar. Tingkat inflasi yang tercatat adalah 8,38 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 4,3 persen. Kenaikan ini jauh berada di atas sasaran inflasi yang sudah ditetapkan, yaitu sebesar 3,5-5,5 persen.

Kenaikan inflasi tersebut disebabkan oleh dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada akhir tahun 2013. Hal ini memacu reaksi berantai, baik secara langsung atau tidak langsung (Second Round Effect), pada harga-harga pangan domestik.

Tetapi, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kenaikan inflasi ini dapat dikendalikan dan ditekan. Dan memang, hasilnya tidak terlalu parah.

Hal ini juga disebabkan adanya respon cepat dari Bank Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah. Mereka berhasil mengendalikan Second Round Effect dan berhasil menormalkan laju inflasi seperti seharusnya sejak September 2013.

Meskipun awal tahun 2014 ini ada kenaikan harga elpiji non subsidi yang diprediksi juga akan memicu kenaikan inflasi, pihak otoritas merasa tidak terlalu khawatir mengenai hal ini. Menurut Perry, Bank Indonesia yakin dapat mengendalikan laju inflasi, sehingga masih berada dalam target sasaran, yaitu 3,5-5,5 persen.

Bank Indonesia juga terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mengatasi hal ini. BI dan Pemerintah akan bekerja melalui TPI (Tim Pengendali Inflasi) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk mengendalikan inflasi. Perry mengatakan bahwa inflasi pada tahun ini tidak akan menjadi masalah dengan adanya kerjasama ini.

gas elpiji, inflasi, ekonomi, harga naik

BACA JUGA:

Dampak Perubahan Peraturan Dari Bursa Efek Indonesia Terhadap Saham

2014 Adalah Tahun Investasi Tunai

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *