Teropong Bisnis | Homepage
IHSG Anjlok di awal Pekan ini

IHSG Anjlok di awal Pekan ini

0 Comments 🕔24.Sep 2013

Lagi dan lagi, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok nilainya. Di awal pekan ini IHSG terlihat ‘memerah’ pasca aksi para investor yang mengambil untung di lantai  bursa. Padahal pekan lalu, telah terjadi transaksi pembelian besar-besaran sebagai respon the Fed yang menunda rencana pemangkasan stimulus ekonomi.

Ternyata tak hanya aksi ambil untung dari para investor yang menjadi penyebab anjloknya IHSG. Ada satu lagi penyebab memerahnya IHSGm yaitu Wall Street yang dibuka memerah pekan lalu. Memerahnya Wall Street ini ternyata imbas dari ulah para investor yang cemas dan ragu akan keputusan bank sentral AS. Bank sentral AS pekan lalu menunda stimulus ekonominya.

Sesaat setelah 10 menit pasar saham dibuka, IHSG terlihat merosot 0,90 poin di kisaran 4542,41 atau melemah 0,1 persen. Dari total 10 indeks sektoral, Sembilan diantaranya berada di zona merah. Hanya satu agrobisnis yang ditopang oleh saham yang menguat. Satu sektor tersebut adalah sektor agrobisnis. Sektor agrobisnis ini menguat karena  didukung oleh saham AALI yang kian menguat. Sektor-sektor property menjadi ‘langganan’ yang terus melemah pada awal pembukaan pasar saham pekan ini. Indeks saham-saham sektor properti ini menurun menjadi 2,09 persen.

Sementara itu, untuk kawasan regional,  sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik berada di zona merah alias melemah awal pekan ini. Terkecuali saham Shanghai yang aman dan menguat 0,94 persen. Penguatan saham Shanghai ini dipengaruhi oleh saham-saham properti. Sedangkan  bursa saham Hongkong ditutup hari Senin ini karena ada bencana  topan Usagi yang melanda wilayah Hong Kong.

Lantas, bagaimana dengan nasib rupiah? Seperti biasa, saat nilai IHSG anjlok, rupiah pun ikut anjlok. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dinyatakan melemah. Terakhir rupiah merosot di level Rp.11.000 tepatnya Rp.11.266 rupiah untuk satu dollar AS.

Melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah terhadp mata uang Paman Sam tersebut tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian nasional khususnya di sektor eksport dan import. Jika kemarin masyarakat dan para petinggi Negara dipusingkan oleh harga kedelai import yang terus naik, kali ini masyarakat kita akan dikejutkan oleh apa lagi ya?

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *