Teropong Bisnis | Homepage
Harga Sayuran dan Bahan Pokok Setelah Pemilu Legislatif 2014

Harga Sayuran dan Bahan Pokok Setelah Pemilu Legislatif 2014

0 Comments 🕔12.Apr 2014

Pemilihan umum legislatif yang sudah berlalu ternyata berdampak pada beberapa hal. Salah satu dampak yang terlihat adalah naiknya harga sayuran disejumlah pasar. Hal ini terjadi pada hari Rabu 9 April 2014.

Jenis sayuran yang mengalami kenaikan juga beragam. Bawang merah, sawi, wortel, tomat, dan jengkol merupakan jenis-jenis sayuran yang mengalami peningkatan harga di pasaran. Sebut saja data di Jakarta Selatan tepatnya di PD Pasar Jaya Pasar Buncit. Menurut informasi dari pedagang setempa, bawang merah yang semula hanya Rp. 2.000 per kilogram meningkat tajam menjadi Rp. 22.000 per kilogramnya.

Sama halnya dengan sawi, sayur yang satu ini awalnya dijual dengan harga Rp. 3.000 per kilogramnya. Setelah pemilihan umum legislatif berlangsung, harga sawi dipasaran meningkat secara signifikan yaitu mencapai Rp. 10.000 per kilogram. Jenis sayuran yang tidak luput dari dampak pemilihan umum adalah jengkol.

Walaupun jengkol tidak begitu disukai karena baunya yang menyengat namun harga dipasaran ikut meningkat sekitar Rp. 35.000 per kilogram. Awalnya, harga jengkol hanya sekitar Rp. 2.000 saja per kilogram. Belum lagi harga tomat yang juga ikut meningkat. Sayuran bulat merah ini semakin memerahkan para ibu-ibu karena harganya naik menjadi Rp. 10.000 per kilogram.

Harga sayuran, ekonomi, niai tukar rupiah, bahan pokok, pemilu legislatif

Padahal, tomat awalnya hanya dijual dengan harga Rp. 2.000 per kilogram. Selain sayur yang disebutkan di atas, ada pula wortel yang meningkat pesat. Bayangkan saja, wortel yang awalnya bisa dibeli dengan harga Rp. 2000 ikut meningkat menjadi Rp. 14.000 per kilogram.

Disamping harga sayuran, Anda juga perlu tahu mengenai harga kebutuhan pokok paska berlangsungnya pemilu legislatif. Beruntungnya, harga kebutuhan pokok tidak ikut meningkat dan relatif stabil.

Peningkatan hanya terjadi pada salah satu bahan pokok saja yaitu minyak goreng. Sebelum digelarnya pemilu legislatif, minyak goreng dihargai Rp. 12.000 per kilogram. Setelah pemilu legislatif digelar, harga minyak naik Rp. 1.000 rupiah menjadi Rp. 13.000 per kilogram. Menariknya, ada pula bahan pokok yang justru mengalami penurunan harga setelah gelaran penting di Indonesia tersebut.

Kacang tanah yang awalnya dibandrol dengan harga Rp. 15.000 kini bisa dibeli dengan harga Rp. 13.500 per kilogram. Saat ditanya alasan mengapa harga sayuran dan beberapa bahan pokok lainnya naik, pedagang menyatakan bahwa kemungkinan pasokan sedang kurang.

Bagi Anda yang menyukai rasa pedas atau memiliki bisnis bidang kuliner bercitarasa pedas, Anda harus siap-siap menjalankan strategi lain. Ini karena harga cabe meroket. Contohnya, harga cabai rawit merah menjadi Rp. 80.000 per kilogram sedangkan harga cabai merah keriting menjadi Rp. 27.000 per kilogram.

Harga cabai rawit hijau dipasaran merangkak ke angka Rp. 40.000 per kilogram disusul dengan cabai merah besar yang dijual dengan harga Rp. 35.000 per kilogram.

Harga sayuran, ekonomi, niai tukar rupiah, bahan pokok, pemilu legislatif

BACA JUGA:

Kerugian BUMI Mencapai Rp 6,88 Triliun

Rencana Pembangunan 5 Bioskop Baru Setelah Penguatan Saham BLITZ

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *