Teropong Bisnis | Homepage
Dampak Pelemahan Rupiah Bagi Korporasi Berdasarkan Fitch Ratings

Dampak Pelemahan Rupiah Bagi Korporasi Berdasarkan Fitch Ratings

0 Comments 🕔27.Oct 2013

Fitch Ratings sebagai lembaga pemeringkat menyatakan bahwa diperkirakan ada implikasi yang diambil yang diakibatkan dari depresi mata uang Rupiah. Ada 2 hal yang menjadi penyebab utama yaitu adanya lindung nilai dalam sektor keuangan serta mekanisme tariff utilitsas. Mekanisme utilitas menyebabkan adanya kemungkinan fluktuasi pada nilai tukar.

Lebih lanjut lagi, menurut keterangan Fitch Ratings setidaknya ada 5 perusahaan yang mendapatkan dampak positif. Selain itu, juga ada sekitar 8 perusahaan yang akan mengalami dampak negatif. Secara spesifik 3 korporasi yang mendapatkan dampak positif dari depresi Rupiah adalah PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk atau disingkat TBIG, PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia atau Protelindo serta PT. Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Lebih jauh lagi, Fitch menilai bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah memberikan Ebitda yang lebih tinggi. Hal ini didapat dari aliran pendapatan dalam mata uang dolar AS. Keuntungan ini jelas mendorong 5 korporasi tersebut. Di lain pihak, hutang mata uang asing justru mendorong 8 korporasi lain menuju arah yang negatif. Fitch mengamati bahwa nilai tukar Rupiah sudah mengalami depresi sebesar 15%. Beberapa korporasi yang terkena imbas negatif dari depresi ini diantaranya, Fajar Surya Wisesa Tbk atau FASW dan Bakrie Telecom Tbk atau BTel.

Bahkan ada pula korporasi yang mendapatkan dampak yang signifikan seperti Japfa Comfeed Indonesia Tbk atau JPFA dan PT. Indosat Tbk atau ISAT. Menurut Fitch Ratings lagi, memang dampak pelemahan nilai ini akan menyerang sektor korporasi. Hal ini disebabkan adanya hedging hutang, pendapatan luar negeri serta capital expenditure berdenominasi dollar AS. Dapat dilihat bahwa sektor korporasi yang memperoleh keuntungan dari pelemahan Rupiah adalah dari sektor utilitas dan sektor telekomunikasi. Sedangkan korporasi yang mengalami kesulitan atau terpuruk berasal dari sektor sumber daya, sektor pangan, sektor properti, sektor ritel, dan sektor energi.

Seperti diketahui bahwa hari sebelumnya, rupiah berhasil mengalami penguatan. Bahkan nilai tukar Rupiah saat itu sudah sudah menyentuh level Rp. 10.000. Untuk penutupan perdagangan non delivery forward atau NDF, nilai tukar Rupiah berada pada posisi Rp. 11.015 per USD. Saat itu, rupiah sudah menguat hingga 135 poin atau sekitar 1.21%. Perdagangan harian Rupiah juga mencapai level tertingginya yaitu Rp. 10.930 per USD.

Sedangkan menurut sumber dari laman resmi Bank Indonesia, kurs tengah nilai tukar Rupiah kemarin berada pada posisi Rp. 11.142 per USD. Nilai ini menguat jika dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 11.268 per USD.

Kita tunggu saja analisa Fetch Ratings berikutnya terkait keadaan korporasi yang terkena imbas pelemahan nilai tukar Rupiah ini khususnya bagi korporasi-korporasi yang terkena imbas buruk. Tentunya, Anda juga bisa melihat langkah apa saja yang akan diambil oleh korporasi tersebut dengan adanya kondisi semacam ini.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *