Teropong Bisnis | Homepage
Dampak Ditariknya Pinjaman Bank Australia dari Indonesia

Dampak Ditariknya Pinjaman Bank Australia dari Indonesia

0 Comments 🕔06.May 2014

Tahun 2013 lalu bisa dikatakan sebagai tahun gangguan ekonomi. Faktanya, memang terjadi gangguan ekonomi khususnya bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan India. Di tahun itu pula, bank-bank di Australia akhirnya memangkas pinjaman bagi Indonesia.

Dengan kebijakan ini, Indonesia harus kehilangan dana talangan bernilai miliaran dollar. Hal ini dibuktikan dengan merosotnya jumlah pinjaman di Bank Australia lebih dari 4.7 dollar Australia di akhir tahun 2013.

Investor global sendiri juga mencemaskan kendala negara-negara berkembang yang sangat bergantung dengan modal dari pihak asing. Data lain diperoleh dari BIS atai Bank for International Settlements. Dari data tersebut diperoleh informasi bahwa pinjaman Bank Australia kepada India merosot tajam hingga mencapai 40%.

Jika dinilai menjadi mata uang maka total kemrosotannya mencapai 5.1 miliar dollar Australia. Awalnya, total pinjaman ke India mencapai 3.6 miliar dollar Australia. Sama halnya dengan kondisi di Indonesia. Menurut data tersebut, pinjaman Bank Australia pada kreditor di Indonesia juga menurun. Total nilai penurunan pinjamannya mencapai 1.1 miliar dollar Australia.

Data tersebut memicu kekhawatiran beberapa bank di Australia khususnya untuk negera-negara berkembang. Namun, BIS mengatakan bahwa aktivitas peminjaman dana antar negara akan masih terus menjadi tren.

bank australia, pinjaman bank, ekonomi, managemen keuangan, indonesia

Penarikan pinjaman dana oleh Bank Australia dari Indonesia justru memberi dampak baik bagi China. Dalam hal ini, China justru memperoleh kucuran dana mencapai 116 miliar dollar dari Australia. Selaku Ekonom Westpac Huw, McKay memberikan komentarnya terhadap analisa data BIS tersebut.

Menurutnya, China merupakan negara yang paling menarik di Asia. Sebaliknya, saat itu banyak sekali dana asing yang justru ditarik keluar dari negara-negara Asia. Alasan paling utama adalah karena beberapa negara di ASEAN menunjukkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi.

Negara-negera tersebut termasuk Indonesia, India dan Filipina. Sebagai hasilnya, dana kredit di China semakin meningkat sedangkan pinjaman ke negara-negara Asia lainnya justru menurun. Alasan lainnya adalah karena China sangat unggul dan menjadi rekan dagang yang memberikan dampak signifikan bagi Australia.

Masih Menurut McKay, pelemahan dana pinjaman ini juga disebabkan oleh iklim investasi yang masih tidak stabil khususnya di negara-negara berkembang. Lebih detail lagi, pelemahan dana pinjaman ini dialami oleh negara yang rentan terhadap suku bunga tinggi.

Kabar buruknya, Indonesia dan India menjadi 2 negara yang terpuruk akibat dampak pelemahan pinjaman dari Bank Australia tersebut. Apalagi, dana yang ditarik sangat besar. Alhasil, baik Indonesia ataupun India sama-sama mengalami pelemahan mata uang dengan tingkat yang sangat parah.

Bahkan, pelemahan tersebut diikuti dengan defisit transaksi yang terus membengkak. Tentu saja, kondisi yang terpuruk ini mengakibatkan Indonesia masih akan terus pada modal dari pihak asing dan sulit lepas dari modal asing tersebut.

bank australia, pinjaman bank, ekonomi, managemen keuangan, indonesia

BACA JUGA:

Alasan PT Freeport Indonesia Menolak Membayar Dividen kepada Indonesia

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *