Teropong Bisnis | Homepage
Cara Mudah Bagi Agen Asuransi untuk Menghitung Pajak yang Dimiliki

Cara Mudah Bagi Agen Asuransi untuk Menghitung Pajak yang Dimiliki

0 Comments 🕔16.Sep 2013

Bagi Anda yang memiliki sebuah perusahaan asuransi, sudah pasti Anda harus tahu bagaimana cara untuk menghitung pajak yang Anda keluarkan. Penghitungan terhadap pajak ini tentu saja akan bisa menjadikan Anda lebih mudah dalam mengetahui berapa penghasilan kotor yang Anda keluarkan setiap harinya. Banyak perusahaan asuransi yang sering melakukan hal ini dengan cara-cara yang agak rumit. Namun sekarang, Anda bisa melakukan penghitungan pajak dengan mudah melalui langkah dibawah ini. Katakan saja Anda memiliki sebuah bisnis asuransi dengan penghasilan kotor sebesar 1.3 Milyar Rupiah. Maka berapa jumlah pajak yang harus Anda bayarkan.

Bagaimanapun juga asuransi merupakan salah satu dinas yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Berdasarkan Pasal 14 Ayat 2 UU No.36 Tahun 2008, seseorang yang menjalankan sebuah perusahaan asuransi selama satu tahun dan memiliki omzet dengan jumlah 4.8 Milyar, dan ingin melakukan penghitungan terhadap jumlah pajak yang mereka miliki, maka pihak terkait wajib untuk memberitahukan hal ini kepada DJP atau Direktur Jendral Pajak dalam kurun waktu 3 bulan untuk memperoleh konfirmasi mengenai berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh yang bersangkutan. Namun demikian, Anda juga bisa melakukan penghitungan sendiri dengan cara yang lainnya. Cara kedua, sesuai dengan ketentuan KEP-536/PJ/2009, pekerjaan bebas yang termasuk dalam kategori profesi lainnya wajib untuk melakukan penghitungan terhadap penghasilan neto pada agen asuransi dengan presentase sebesar 50% untuk skala ibukota provinsi. Sementara itu untuk skala kota provinsi jumlah yang harus dibayarkan adalah 47.5%.

Maka dari itu, jika penghasilan yang anda miliki setiap tahunnya adalah 1.3 Milyar di bisnis asuransi tersebut, dan Anda bukan pegawai di perusahaan ini, maka Anda dapat melakukan penghitungan jumlah pajak yang harus dibayarkan dengan menghitung penghasilan neto yang telah didapatkan selama setahun tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah dijelaskan di atas. Pajak yang harus anda bayarkan adalah pajak yang berjenis SPT Tahunan atau Pajak PPh yang harus dibayarkan secara pribadi. Itulah cara yang sederhana untuk menghitung pajak perusahaan asuransi anda.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *