Teropong Bisnis | Homepage
Boediono Bersaksi, Babak Baru Kasus Bank Century

Boediono Bersaksi, Babak Baru Kasus Bank Century

0 Comments 🕔10.May 2014

Kasus Bank Century sempat menjadi kasus terpanas beberapa tahun terakhir ini. Kini, kasus ini memasuki babak baru. Hal ini tampak dari dipanggilnya Wakil Presiden RI, Boediono untuk memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, pada Jumat 9 Mei 2014.

Boediono memberikan keterangan kepada Pengadilan Tipikor mengenai pemberian Fasilitas Pendanaan Jangkan Pendek (FPJP) kepada Bank Century. Menurut Boediono, masalah Bank Century saat itu dapat diselesaikan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah penarikan surat berharga dari luar negeri dan dicairkan di Indonesia. Sayangnya, surat-surat berharga ini tidak dapat diperoleh karena dibawa pemiliknya ke luar negeri.

Cara lainnya adalah dengan mencari investor. Sayangnya, karena kondisi pada saat itu yang tidak memungkinkan, investor pun tidak bisa didapat. Akhirnya, digunakan cara terakhir yaitu dengan penjaminan dari bank BUMN, dalam hal ini adalah Bank Indonesia (BI). Dan, digunakanlah cara terakhir yaitu FPJP.

Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur BI, mengungkapkan langkah pemberian FPJP ini perlu diambil. Hal ini dikarenakan, beliau melihat adanya tanda-tanda seperti krisis yang terjadi pada 1998. Memang, Bank Century bukanlah bank besar. Tetapi, berkaca dari kasus 1998, dimana dilakukan penutupan bank kecil yang berdampak pada dunia perbankan.

Boediono juga menjelaskan kondisi 2008-2009 cukup mengkhawatirkan. Saat itu, dana sebesar US$ 3 miliar ditarik para investor dari Indonesia. Hal ini dikarenakan, Indonesia tidak mempunyai blanket guarantee yang dapat melindungi dana investor ini. Dan, para investor ini mengalihkan dana mereka ke negara lain yang mempunyai fasilitas ini.

Karena penarikan besar-besaran ini pula likuiditas perbankan menjadi bermasalah. Padahal, bila tidak terjadi masalah ini, bank umum yang mempunyai ekstra likuiditas dapat membantu bank lainnya.

Boediono mengakui, 30 tahun pengalamannya dibidang ekonomi memberinya gambaran akan dampak yang dapat terjadi. Salah satunya adalah biaya perbaikan dari sisi ekonomi dan sosial politik yang sangat besar.

Pada krisis 1998, Pemerintah mengeluarkan biaya yang sangat luar biasa besar untuk menghidupkan kembali bank-bank. Boediono mendasari keputusan pemberian FPJP berdasarkan hal ini. Keputusannya ini juga disetujui oleh Dewan Gubernur BI dan Menteri Keuangan. Dan pada 2008, kondisi Bank Century sangat rapuh yang membuatnya menjadi penerima FPJP ini.

Menurut Boediono, bila tidak dilakukan langkah FPJP, akan terjadi rush hingga Januari 2009. Selain itu, penutupan bank juga akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan Indonesia. Dan, bila ada satu bank yang ditutup, maka hal ini akan mempengaruhi bank-bank lainnya. Dikhawatirkan, kondisi seperti 1998 akan kembali terjadi.

Pemberian FPJP kepada Bank Century dimulai saat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memutuskan bila bank ini adalah bank gagal berdampak sistemik.  Keputusan KSSK ditetapkan pada tanggal 21 November 2008.

boediono,kasus bank century, ekonomi, babak baru, managemen keuangan

BACA JUGA:

Mata Uang Rupiah Masuk High Five Setelah Keluar Dari Fragile Five

BCA Lebih Selektif Alirkan Pinjaman ke PT PLN (Persero)

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *