Teropong Bisnis | Homepage
BI Tahan dan Tahan

BI Tahan dan Tahan

0 Comments 🕔22.Dec 2013

Ada langkah baru yang dilakukan Bank Indonesia untuk mengatasi masalah ekonomi tahun ini. BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25-50 basis poin pada triwulan I-2014. Hal ini dilakukan untuk menghadapi keadaan ekonomi global pada tahun depan.

Langkah diatas masih berupa prediksi. Salah satu ahli yang memprediksi hal tersebut adalah Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti. Pihaknya memperkirakan bahwa angka yang pasti akan berada di kisaran 25 bps.

Salah satu penyebab adanya keputusan diatas adalah adanya tekanan global dan domestik. Tekanan global berasal dari membaiknya perekonomian negara maju yang menekan nilai Rupiah. Tetapi, tekanan yang paling kuat berasal dari dalam negeri.

Salah satu tekanan domestik yang paling kuat berasal dari defisit transaksi berjalan. Diperlukan kebijakan Pemerintah yang tepat untuk mengatasi hal ini. Dan, menurut Destry, bila BI Rate dinaikkan, artinya bisnis tidak akan berjalan seperti normal.

Sayangnya, keputusan BI menaikkan BI Rate ini akan mempengaruhi semua sektor. Padahal, ada beberapa sektor yang seharusnya tidak perlu terkena keputusan ini. Jadi, diperlukan juga kebijakan yang lebih tepat.

Salah satu contoh sektor yang terkena dampak ini adalah sektor otomotif. Meskipun ada aturan uang muka minimal pada pembelian kendaraan berotor, tetap saja pertumbuhan kendaraan tidak terkendali.

bank indonesia

Dilain sisi, meningkatnya jumlah kendaraan juga meningkatkan konsumsi BBM. Dan, BBM mendominasi impor utama dan menjadi sumber utama defisit transaksi berjalan.

Selain itu, pemerintah juga perlu mengefektifkan langkah untuk meningkatkan ekspor dan menekan impor. Saat ini, ekspor manufaktur dan proporsinya kurang terhada Produk Domestik Bruto (PDB). Nilainya 47 persen atau126,65 miliar dollar AS pada 2011 berkurang menjadi 44 persen atau 118,31 miliar dollar AS  pada tahun 2012, jadi menurun.

Menurut ekonom Bank Mandiri, akhir tahun 2014, diprediksi nilai tukar Rupiah akan menyentuh angka Rp. 11.400 per dollar AS dengan tingkat inflasi 4,96 persen dan BI Rate sebesar 8 persen. Sedangkan defisit transaksi berjalan akan mencapai 2,7 persen PDB tahun 2014.

Menurut Tjandra Lienandjaja, Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, tahun 2014 bukan berarti keadaan akan bertambah atau tetap buruk. Ada beberapa sektor yang stabil, seperti perkebunan dan konsumsi. Dan, bila BI memutuskan mempertahankan BI Rate, perbankan, properti dan konstruksi tidak akan terpengaruh.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan diperlukan ketegasan pemerintah untuk membuat kebijakan yang tepat. Hal ini diharapkan akan dapat menenangkan pasar akan keadaan sekarang yang tak menentu.

Menurut Apindo, pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen. Hal ini disebabkan oleh keadaan ekonomi global dan juga masalah didalam negeri, seperti UMR dan kenaikan biaya energi.

bank indonesia

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *