Teropong Bisnis | Homepage
BI Rate Berhenti Sampai 7,5 Persen

BI Rate Berhenti Sampai 7,5 Persen

0 Comments 🕔15.Dec 2013

Saat terkena krisis 2008, Indonesia dapat dikatakan bisa bertahan dengan baik. Tetapi, situasi perekonomian Indonesia, khususnya nilai tukar Rupiah mulai terpengaruh sejak adanya masalah pada Pemerintahan Amerika Serikat (AS) beberapa waktu yang lalu. Nilai Rupiah sejak saat itu terus mengalami pelemahan.

Hal ini menjadi lebih buruk kala AS berhasil memecahkan masalah tersebut dan memperbaiki kondisi perekonomiannya. Nilai dollar AS yang terus menguat membuat Rupiah kembali terancam, bahkan beberapa hari yang lalu sempat menyentuh angka Rp. 12.000 per dollar AS.

Pemerintah pun bertindak. Melalui Bank Indonesia (BI), Pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 7,5 persen. Banyak analis memprediksi bahwa BI Rate akan dinaikkan lagi. Tetapi, BI memutuskan akan mempertahankan level BI Rate.

Mengapa? Alasan BI cukup masuk akal. Pihak BI melakukan hal ini setelah melakukan analisis terhadap kondisi perekonomian dunia dan Indonesia. BI melihat sudah ada perbaikan pada perekonomian Indonesia pada sisi tingkat inflasi dan juga defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit atau CAD).

BI rate

Menurut Gubernur BI Agus Martowardojo, bank sentral memperkirakan bahwa inflasi akan berada di level 8,5 – 9 persen sampai akhir 2013. Angka ini di bawah perkiraan sebelumnya. Jadi, pihaknya memutuskan untuk tidak menaikkan BI Rate dan menahannya di level 7,5 persen.

Agus menambahkan, membaiknya tingkat inflasi ini juga sangat menggembirakan karena pada saat Juni lalu saat diputuskan ada kenaikan BBM, inflasi sempat melonjak. Pada akhir tahun ini diperkirakan inflasi hanya berkisar antara 9 – 9,8 persen. Hal ini juga dipengaruhi oleh kerjasama yang baik antara Pemerintah, BI dan pelaku usaha untuk mengendalikan inflasi dan menghasilkan hasil yang cukup baik.

Selain inflasi yang dapat dikendalikan dengan baik, keputusan BI untuk menahan BI Rate juga disebabkan oleh perbaikan pada neraca transaksi berjalan pada kuartal II sampai kuartal III.

Pada bulan Juni, neraca transaksi berjalan Indonesia sempat defisit sebesar 4,4 persen. Akan tetapi, pada kuartal ke III, defisit neraca transaksi berjalan sudah menyentuh angka 3,8 persen. Angka ini sesuai dengan GDP Indonesia, sehingga dapat dikatakan keadaan pada aspek ini sudah mulai membaik.

Menurut Agus, bila kita melihat proses perbaikan ini, diharapkan pada tahun 2015, defisit sudah berada di level 3 persen atau lebih rendah.

Ke depannya, pihak BI akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah dan pelaku usaha untuk menekan laju inflasi. Dan, diharapkan pada tahun 2014, tingkat inflasi akan berada pada 4,5 plus minus 1 persen.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perekonomian Indonesia yang terus terang sangat mengkhawatirkan beberapa pekan lalu akan berangsur membaik. Dan, langkah BI menahan BI Rate ini mungkin menjadi langkah awal dimana Indonesia akan mampu bangkit dari krisis ekonomi yang menerpa.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *