Teropong Bisnis | Homepage
Bank Mutiara Merugi, 5 Debitur Menjadi Penyebab Utamanya

Bank Mutiara Merugi, 5 Debitur Menjadi Penyebab Utamanya

0 Comments 🕔31.Dec 2013

Salah satu cara untuk melihat prospek suatu perusahaan dan prediksi nilai sahamnya adalah dengan memperhatikan laporan kinerja perusahaan tersebut dalam satu tahun. Tampaknya, Bank Mutiara akan mendapatkan respon negatif berkaitan dengan laporan yang mereka umumkan baru-baru ini.

Bank Mutiara mengumumkan kerugian yang mereka derita selama tahun 2013 ini. Saat diumumkan, Bank Mutiara menderita kerugian sebesar Rp. 645,51 miliar per September 2013. Sembilan bulan pertama di 2013, kerugian yang diderita ini cukup besar.

Bukan hanya itu, Bank Mutiara juga mengumumkan turunnya Rasio Kecukupan Modal (CAR) mereka hingga tinggal 5,17 persen. Bank Mutiara memang nama baru sebuah bank yang sempat bermasalah dahulu, yaitu Bank Century. Tetapi dengan berganti nama dan kepengurusan, bank ini seharusnya dapat pulih.

Karena masalah diatas, Bank Mutiara meminta bantuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memberikan suntikan modal baru. Akan tetapi, suntikan dana ini dikucurkan sehari sebelum pengumuman kinerja bank ini. Menurut sumber Kontan, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penarikan besar-besaran (rush) seperti yang dikhawatirkan pihak manajemen Bank Mutiara.

Masalah yang terjadi pada Bank Mutiara ini salah satunya disebabkan oleh aksi lima debitur dari manajemen lama yang menghentikan cicilan mereka. Hal ini membuat Rasio Kredit Bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) naik menjadi 11,37 persen per September 2013.

bank mutiara

Selain itu, pendapatan operasional turun 41,7 persen menjadi Rp. 216,13, penyaluran kredit naik 10,29 persen, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun 0,05 persen dan pendapatan bunga bersih turun 23,13 persen menjadi Rp. 213,3 miliar. Menurut Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara, hal ini menunjukkan kinerja terburuk Bank Mutiara per kuartal III-2013.

Masalah datang juga dari biaya operasional yang naik menjadi Rp. 930,98 miliar. Kenaikan ini terjadi karena kenaikan penyisihan cadangan kerugian sebesar Rp. 628,19 miliar dan kenaikan gaji sebesar 22,5 persen atau Rp. 158,06 miliar.

Bank Mutiara berharap agar lima debitur yang menghentikan cicilan mereka kembali membayar. Hal ini agar bank tidak perlu membentuk pencadangan untuk menutupi utang mereka. Tentunya, bank juga harus menagih kepada mereka.

Bila cara diatas tidak berhasil, maka perjanjian kredit yang disepakati menyatakan bahwa debitur tersebut wanprestasi. Dan, bank dapat menggunakan jaminan corporate guarantee dari PT Silakencana Tirtalesatari dan personal guarantee dari Honggo Wendratno untuk menutupi hutang mereka.

Honggo membentuk perusahaan Silakencana untuk dapat membeli saham dari PT Tuban Petrochemical Industries. Dengan cara ini, Silakencana saat ini memiliki 30 persen saham dari perusahaan ini.

Bila hal diatas berlanjut, maka tentunya tidak baik untuk pergerakan saham Bank Mutiara di tahun 2014. Anda pasti tahu, banyak ahli memprediksi bahwa tahun depan perekonomian Indonesia akan melambat karena adanya pesta politik Pemilu.

bank mutiara

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *