Teropong Bisnis | Homepage
Bank Indonesia Rombak Besar-Besaran Sistem Modal Perbankan

Bank Indonesia Rombak Besar-Besaran Sistem Modal Perbankan

0 Comments 🕔21.Dec 2013

Setelah menahan BI Rate, Bank Indonesia (BI) kembali membuat keputusan. BI kembali menyesuaikan KPMM (Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum) seperti pada   PBI (Peraturan Bank Indonesia) Nomor 15/12/PBI/2013. Keputusan ini mempunyai tujuan untuk memperkuat aspek permodalan Bank agar sesuai dengan Basel III, standar internasional mengenai hal ini.

Ada 2 hal yang diatur disini. Pertama adalah sisi kualitas. PBI yang baru akan mengatur tentang penyesuaian komponen, persyaratan instrumen modal dan penyesuaian rasio permodalan.

Yang kedua adalah kuantitas dengan pemberian tambahan modal sebagai penyangga (buffer). Ada 3 macam Buffer yang diberikan disini, yaitu  Capital Conservation Buffer, Countercyclical Buffer, dan Capital Surcharge (khusus bagi Domestic Systemically Important Bank/D-SIB).

Ada beberapa tujuan diterapkannya standar Basel III ini. Pertama, meningkatkan daya tahan bank saat krisis. Hal ini dilakukan agar tercipta sistem perbankan yang sehat.

Kedua, untuk mempersiapkan diri menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2015. Dan juga, hal ini dilakukan sebagai komitmen Indonesia sebagai anggota G-20 dan Basel Committee on Banking Supervision (BCBS).

Perubahan PBI ini akan berlaku mulai 1 Januari 2014. Dalam perubahan ini, terdapat 3 hal utama yang diatur oleh Bank Indonesia.

bank indonesia

Yang pertama, peningkatan kualitas permodalan sesuai dengan kerangka Basel III. Hal ini dilakukan dengan mengubah kerangka dari komponen model Bank menjadi 2 macam, yaitu:

-       Komponen Modal Inti (Tier 1)

-       Komponen Modal Pelengkap (Tier 2)

Komponen Modal Inti sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu modal inti utama (common equity Tier 1) dan modal inti tambahan (Additional Tier 1).

Yang kedua yaitu mengatur besar dari komponen modal inti (Tier 1). Bank wajib menyediakan komponen ini dengan besar paling rendah 6 persen dari ATMR. Sedangkan untuk modal inti utama (common equity Tier 1) paling rendah yaitu 4,5 persen dari ATMR. Hal ini disediakan untuk individual atau bekerjasama dengan Perusahaan Anak.

Yang terakhir adalah pegaturan mengenai penyangga (Buffer). Bank yang wajib menyediakan Buffer adalah mereka yang termasuk dalam Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3 dan BUKU 4. Bank kelompok ini wajib menyediakan Buffer tipe capital conservation buffer  dengan besar 2,5 persen dari ATMR. Hal ini bertujuan untuk menyokong kegiatan bank saat terjadi krisis.

Masih mengenai Buffer, seluruh Bank harus membentuk Countercyclical Buffer. Tambahan modal ini besarnya akan ditetapkan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah Bank Indonesia dengan besar antara nol persen sampai 2,5 persen dari ATMR.

Sedangkan untuk Bank tipe Domestic Systemically Important Bank (D-SIB), diwajibkan membentuk Capital Surcharge.

Kewajiban pembentukan Countercyclical Buffer ini bertujuan untuk mengatasi pertumbuhan kredit perbankan yang berlebihan. Dengan adanya tambahan modal ini, maka akan melindungi stabilitas sistem keuangan Indonesia dan mengatasi kerugian yang mungkin timbul akibat hal tersebut.

bank indonesia

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *