Teropong Bisnis | Homepage
APPBI Menolak Naiknya Tarif Listrik 1 Oktober 2013

APPBI Menolak Naiknya Tarif Listrik 1 Oktober 2013

0 Comments 🕔11.Sep 2013

Rencana pemerintah untuk menaikkan listrik mulai dari tanggal 1 Oktober 2013 mendapatkan perhatian dari pengusaha dan pengelola mal. Mereka meminta pemerintah membatalkan rencana ini, seperti yang diungkapkan oleh Handaka Santosa, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI).

Dampak Kenaikan Listrik

Masih menurut Handaka Santosa, kenaikan listrik yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2013 akan membawa beberapa dampak. Dampak yang paling tampak dari kenaikan listrik ini adalah naiknya harga baik untuk produk dan pelayanan di mal dan pusat perbelanjaan.

Bila dihitung, kenaikan listrik yang akan diberlakukan pemerintah akan juga menaikkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak pengelola pusat perbelanjaan sebesar 27,5%. Tentunya, kenaikan ini tidak hanya ditanggung oleh pengelola pusat perbelanjaan saja. Para pedagang dan penyewa kios di pusat perbelanjaan juga pasti akan dikenai biaya tambahan untuk sewa.

Pedagang yang terkena kenaikan harga sewa tidak hanya pedagang yang menyewa kios di mal saja. Akan tetapi, pedagang yang berjualan di area Trade Center juga terkena dampaknya. Bila para pedagang ini dikenai kenaikan harga sewa, pasti mereka akan mencari sumber untuk mendapatkan uang tambahan untuk membayarnya. Dan, dengan menaikkan harga barang atau layanan yang mereka jual akan menjadi solusinya.

Seperti yang kita semua tahu, saat ini bisa dikatakan kita berada didalam kondisi ekonomi yang tidak tentu. Dan, bila harga-harga ini akan naik, tentunya yang mendapatkan dampak paling buruk adalah masyarakat sebagai konsumen produk dan jasa pedagang tersebut.

Selain memberatkan konsumen, kondisi ini juga sangat berpengaruh pada keadaan ekonomi negara kita. Yang paling buruk, inflasi akan menjadi semakin tinggi.

Pedagang di Pusat Perbelanjaan

Mungkin banyak orang berpikir bahwa pedagang yang menjajakan dagangan mereka di mal atau Trade Center adalah mereka pengusaha yang sukses dan kaya. Tapi, Handaka mengatakan hal tersebut tidak semuanya benar.

Di pusat perbelanjaan, terdapat juga Trade Center dimana pedagang yang berjualan didalamnya adalah mereka para pengusaha kecil dan UKM. Jadi, tentu saja, kenaikan listrik ini akan berdampak buruk pada mereka.

Mengapa, mungkin anda tanya? Mungkin juga anda berpikir bahwa besar listrik yang mereka pakai, khususnya untuk pedagang yang berjualan di kios-kios kecil tidak terlalu besar.

Memang, para pedagang kecil dan pengusaha UKM ini hanya menggunakan listrik di kios mereka dengan kapasitas 900 VA. Akan tetapi, adanya aturan dari PLN yang mengenakan tarif golongan B-3 untuk pusat perbelanjaan berdampak pada mereka. Sedangkan tarif untuk golongan B-3 adalah mereka yang menggunakan listrik dengan kapasitas diatas 200 kVA.

Perbedaan yang jauh ini tentunya akan sangat berdampak pada harga produk yang mereka juga. Oleh karena itu, APBBI tetap berharap agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan listrik ini.

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *