Teropong Bisnis | Homepage
Apindo Tidak Setuju Tuntutan Buruh untuk Menaikkan UMK Sebesar 50%

Apindo Tidak Setuju Tuntutan Buruh untuk Menaikkan UMK Sebesar 50%

0 Comments 🕔26.Jun 2013

Apindo-Tidak-Setuju-Tuntutan-Buruh-untuk-Menaikkan-UMK-Sebesar-50-persen-4

Seperti yang kita tahu, kenaikan harga BBM beberapa saat lalu berdampak pada banyak sektor dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Pemerintah sudah menetapkan bahwa harga bensin premium yang semula Rp.4500 per liter, sekarang naik menjadi Rp.6500 per liter dan untuk solar, dari Rp.4500 per liter menjadi Rp.5500 per liter. Salah satu golongan masyarakat yang terkena dampaknya adalah para buruh. Jadi, wajar saja, bila para buruh menginginkan kenaikan UMK mereka. Akan tetapi, pihak Apindo, selaku organisasi yang menaungi para pengusaha dan pemilik banyak macam industri di Indonesia, merasa keberatan atas tuntutan para buruh ini. Mengapa?

Kenaikan 50% UMK

Para buruh menuntut untuk menaikkan UMK mereka sebanyak 50%. Tentu, ini merupakan angka yang sangat besar. Akan tetapi, tampaknya para buruh sungguh-sungguh dalam tuntutan mereka ini. Salah satu contohnya adalah saat para buruh yang bekerja di kawasan Bekasi melakukan demonstrasi di Kantor Bupati Bekasi beberapa waktu yang lalu. Tuntutan mereka sama, yaitu kenaikan UMK 50%. Mereka juga mengadakan demonstrasi di kawasan EJIP dan men-sweeping para buruh yang masih bekerja di pabrik-pabrik yang berada di kawasan industri tersebut untuk ikut berdemonstrasi dengan mereka.

Apindo-Tidak-Setuju-Tuntutan-Buruh-untuk-Menaikkan-UMK-Sebesar-50persen-5

Tanggapan Apindo

Sofjan Wanadi, selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada hari Senin tanggal 24 Juni 2013 di Gedung Permata, Kuningan, Jakarta, menyatakan bahwa tuntutan kenaikan 50% UMK adalah tidak masuk akal dan para pengusaha yang bergabung dalam Apindo juga menolak tuntutan buruh tersebut dan bahkan menyuruh para buruh ini kerja di luar negeri saja. Ada banyak alasan yang dikemukakan oleh Sofjan yang membuat pengusaha tidak setuju atas tuntutan ini. Pertama, dengan menaikkan Upah Minimum Propinsi (UMP), hal tersebut belum tentu akan dapat memperbaiki peforma para buruh dalam bekerja. Sofjan juga menambahkan, selama ini, para buruh hanya bisa menuntut tanpa bisa memberikan kewajiban mereka. Mereka tidak memperbaiki kinerja dan hanya memikirkan kebutuhan pribadi mereka. Sofjan juga berkata, saat ini lebih banyak pengusaha yang suka menambah mesin dan alat canggih, karena menurut pengalaman mereka, kenaikan upah yang diberikan, tidak menghasilkan hasil yang meningkat atau lebih baik. Hal ini pula yang menyebabkan para pengusaha ini enggan untuk menambah jumlah buruh yang bekerja di pabrik mereka. Tahun ini, Apindo masih ingin mengumpulkan data dan melakukan survei, dan baru pada tahun depan, Apindo akan memutuskan tentang kenaikan UMK, setelah berdiskusi dengan Dewan Pengupahan dan lembaga tripartit. Sofjan juga menambahkan bahwa kemungkinan menaikkan UMK pada tahun depan masih ada, tetapi, kenaikan UMK tidak akan seperti yang para buruh inginkan, yaitu 50%. Dengan melihat perkiraan inflasi yang akan terjadi pada tahun depan yaitu sekitar 7,2%, maka UMK akan mengalami kenaikan sebesar angka inflasi tersebut atau sedikit diatasnya.

Apindo-Tidak-Setuju-Tuntutan-Buruh-untuk-Menaikkan-UMK-Sebesar-50-persen-2

Similar Articles

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik

Coba Investasi Emas Antam dengan Motif Unik 0

Emas Antam menjadi salah satu produk investasi emas yang banyak digunakan masyarakat. Produk yang dikeluarkan oleh

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi

Ini Dia Kebijakan Ekonomi Terbaru yang Diluncurkan Oleh Jokowi 0

Saat ini pihak pemerintah tengah bersiap untuk meluncurkan paket aturan terbaru dalam sektor investasi yang

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2015 Masih Belum Menghadirkan Senyuman 0

Akhir tahun 2015 sudah dekat dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Jawabannya

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia

Fokus Utama Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia 0

Seperti yang kita tahu bahwa sektor perekonomian merupakan fokus utama bagi semua pemerintahan, tidak terkecuali

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *