Teropong Bisnis | Homepage
Alasan Presentase Suku Bunga Acuan Dipertahankan di 7.5%

Alasan Presentase Suku Bunga Acuan Dipertahankan di 7.5%

0 Comments 🕔13.Jun 2014

Berita yang tengah hangat dibicarakan di Bank Indonesia atau BI adalah mengenai suku bunga acuan atau BI Rate. Berbagai spekulasi mencuat mengenai presentase suku bunga acuan yang akan ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Namun, ekonom memprediksi bahwa Bank Indonesia masih akan menggunakan suku bunga acuan yang sebelumnya. Suku bunga acuan sebelumnya berada pada level 7.5%. Ekonomi menegaskan bahwa presentase suku bunga acuan tersebut digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Bank Indonesia juga harus mengatasi masalah defisit neraca transaksi yang sedang berjalan.

Pada bulan Mei 2014 inflasi berada pada level 0.6%. Sedangkan untuk inflasi tahunan yaitu dari Mei 2013 ke Mei 2014 mencapai level 7.32%. Neraca perdagangan juga mengalami defisit. Nilai defisit neraca perdagangan hingga April 2014 yang lalu sudah mencapai US$1.9 miliar.

Cadangan devisa yang tersisa hingga 30 Mei 2014 sebesar US$107.04.  Budi Hikayat selaku Direktur PT Bahana TCW Asset Management menyatakan bahwa defisit neraca perdagangan memang cukup tinggi khususnya pada kuartal II 2014. Level tinggi ini disebabkan harga komoditas yang turun. Di sisi lain, harga impor melonjak karena adanya momen puasa dan lebaran.

Hal serupa juga dilakukan oleh Bank Central Eropa di mana pihaknya memotong tingkat presentase suku bunga deposito menjadi minus 0.1%. Presentase suku bunga sebelumnya adalah 0%. Selanjutnya, presentase suku bunga acuan menjadi 0.15% yang sebelumnya 0.25%.

Budi menyatakan bahwa fakta di atas menjadi alasan mengapa Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuannya pada level BI Rate 7.5%. Dengan mempertahankan suku bunga acuan tersebut membuat mata uang rupiah juga akan tetap kompetitif. Walaupun levelnya dipertahankan bukan berarti pihak Bank Indonesia merasa aman dan bersantai.

Menurut Budi, level 7.5% ini juga sudah cukup ketat khususnya untuk kondisi ekonomi di Indonesia saat ini. Sebaliknya, jika BI Rate diturunkan maka justru kondisinya menjadi tidak aman. Jika diturunkan maka impor akan semakin membesar yang berimbas gangguan neraca transaksi yang sedang berjalan saat ini. Dengan BI Rate berada di kisaran 7.5% maka pertumbuhan ekonomi diprediksi akan mencapai level 5.1%.

Dengan presentase semacam ini, justru membuat masyarakat untuk menabung dan tidak terlalu konsumtif. Selain Budi, Ekonomi Standard Chartered Indonesia, Eric Alexander Sugandi juga memperkirakan bahwa presentase 7.5% ini akan terus dipertahankan hingga akhir tahun 2014.

Eric menekankan pada nilai rupiah dan neraca transaksi yang sedang berjalan. Hal ini juga diperparah dengan ketidakpastian politik. Indonesia memang akan menghelat acara politik yaitu pemilihan calon presiden dan wakil presiden pada Juli mendatang.

Level 7.5% sendiri sudah dipertahankan sejak 12 November 2013 dan direncanakan hingga 8 Mei 2014. BI Rate sendiri sudah mengalami kenaikan sekitar 175 basis poin sejak kepemimpinan Agus Martowardojo.

suku bunga, nilai tukar rupiah, ekonomi, managemen keuangan, pajak

BACA JUGA:

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Jelang Pemilihan Presiden

Masa Konsolidasi IHSG, Saham-Saham Menggiurkan Bertebaran Siap Dibeli

Similar Articles

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM

Filosofi 5 Jari Dalam Pemberdayaan UMKM 0

Pemberdayaan UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat ini semakin berkembang dari zaman ke

Uang Elektronik, Bukti Kita Cinta Rupiah

Uang Elektronik, Bukti Kita Cinta Rupiah 0

Sumber image https://www.facebook.com/847034142012155/photos/a.849340171781552.1073741829.847034142012155/876680785714157/?type=3&theater   Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada tanggal 19-21 November kemarin

Pembaharuan Sistem Pembayaran Generasi Baru Yang Diresmikan Bank Indonesia

Pembaharuan Sistem Pembayaran Generasi Baru Yang Diresmikan Bank Indonesia 0

Transaksi dengan Sistem Pembayaran pada masyarakat saat ini semakin aman dan cepat juga handal, hal

Lika Liku Nilai Tukar Rupiah

Lika Liku Nilai Tukar Rupiah 0

Kenapa nilai tukar rupiah bisa melemah ataupun menguat terhadap mata uang negara lain, sih? Jawabannya

Pondok Pesantren Cuma Buat Ngaji? Pikir Lagi!

Pondok Pesantren Cuma Buat Ngaji? Pikir Lagi! 0

Selama ini kalau anda mendengar kata pesantren, pasti otak anda akan dengan otomatis mengasosiasikannya dengan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *