Teropong Bisnis | Homepage
Nilai Tukar Rupiah Tak Terpengaruh Stimulus

Nilai Tukar Rupiah Tak Terpengaruh Stimulus

0 Comments 🕔18.Sep 2013

Belakangan, muncul berita seputar adanya rencana dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) yang kabarnya akan memberhentikan stimulus kuantitatif, dimana hal ini telah dianalisa dan dipikirkan penanganannya oleh pasar. David Sumual, Ekonom dari Bank Central Asia (BCA) sendiri mengatakan ada tidaknya keputusan dari The Federal Reserve tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan pada nilai tukar Rupiah. Dimana, seperti sudah diketahui sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap dollar US memang terus menurun dan tidak menunjukkan perbaikan ke arah positif, terlebih ini juga dipengaruhi meningkatnya nilai dollar US di pasaran global yang secara tak langsung memberikan dampak yang kurang baik pada Rupiah.

David sendiri dalam wawancara yang dilakukannya dengan Tempo pada tanggal 17 September lalu memprediksi bahwa bagaimanapun juga, The Federal Reserve pasti tetap akan meningkatkan nilai suku bunga. Hal ini sendiri seperti terhubung dengan apa yang terjadi pada tahun 2008 lalu, dimana pada saat itu, The Fed yang memberikan stimulus menyebabkan para penanam modal AS mendapatkan kredit yang juga dikenal dengan hedge fund dengan bunga yang tak tinggi. Davi menjelaskan bahwa yang terjadi nantinya adalah jika stimulus memang benar akan dihentikan, suku bunga lah yang akan naik, dan tentu hal ini tak berpengaruh pada nilai tukar Rupiah yang sedang merosot.

 Nilai Tukar Rupiah Tak Terpengaruh Stimulus.2

Beberapa analisa sendiri menyebutkan bahwa mata uang lokal justru terdepresi karena adanya pertemuan The Federal Reserve. Lebih jauh lagi, hal ini dipengaruhi juga mengingat kini kondisi perekonomian Amerika yang semakin membaik. Efek yang tidak baik sendiri memang ditakutkan akan muncul bila stimulus memang jadi akan dikurangi, terlebih akan dirasakan oleh Negara berkembang. Pelonggaran Kuantitatif atau yang juga dikenal QE3, jika jadi akan diberhentikan akah memicu adanya penarikan modal dalam jumlah besar oleh para investor Amerika Serikat.  Para pelaku pasar yang terlibat secara langsung dengan adanya kondisi ini merasa takut jika nantinya pasar uang dan saham akan terguncang. Bank BI pun meminta kepada semua pihak untuk ikut bersiap dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

Similar Articles

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu 0

TIKI hadir di Indonesia sudah lebih dari 45 tahun, selama ini banyak sekali pelanggan TIKI

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Kulik Lebih dalam Tentang Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap 0

Investasi reksa dana dapat menjadi penolong Anda, saat Anda mengalami kesulitan keuangan di masa depan. Namun,

Jambu Biji Memberi Peluang Usaha yang Unik dan Menarik

Jambu Biji Memberi Peluang Usaha yang Unik dan Menarik 0

Anda suka membeli jambu biji dan membuat jus jambu biji di rumah? Perlu Anda ketahui

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia

Perkembangan Trend Deflasi Di Indonesia 0

Saat ini banyak diantaranya negara yang mengalami trend deflasi yang disebut pula sebagai deflasi global. Sementara untuk

Gunakan 6 Jurus Ini untuk Membuat Peluang Usaha Online Anda Melesat

Gunakan 6 Jurus Ini untuk Membuat Peluang Usaha Online Anda Melesat 0

Peluang usaha online dapat dikatakan sangat menjanjikan saat ini, dimana internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *