Teropong Bisnis | Homepage
Manakah Jenis E-Commerce yang dapat Dimiliki Oleh Perusahaan Asing

Manakah Jenis E-Commerce yang dapat Dimiliki Oleh Perusahaan Asing

0 Comments 🕔13.Feb 2016

Mengawali tahun 2016 ini, pemerintah akan segera mengeluarkan beberapa bentuk Daftar Negatif Investasi, yang salah satu dari bagiannya adalah kepemilikan e-commerce oleh pihak asing. Dari aturan baru tersevut, maka penyelenggaraan transaksi perdagangan yang kini mulai ramai, baik itu dalam bentuk internet atau lebih dikenal dengan pos e-commerce pun maka akan memudahkan para pihak asing untuk memilikinya.

Namun pernyataan baru dari aturan tersebut tentu saja membuat bingung para pemilik e-commerce, karena  jenis e-commerce apa saja yng sekiranya dapat dimiliki oleh pihak asing tersebut?

Rudiantara adalah seorang Menteri Komunikasi serta Informatika saat ini, menurut beliau ketika disinggung dengan masalah tersebut di kawasan Kantor Kibar yang berlokasi di Menteng Jakarta pada hari Kamis tanggal 11 bulan Februari tahun 2016 lalu. Beliau mulai menjelaskan bahwa terdapat tiga bentuk tingkatan dalam e-commerce yang berada di Indonesia yang juga seringkali dikaitkan dengan kepemilikan investasi asing.

Pria yang lebih sering dipanggil Chief ini juga menyatakan bahwa banyak diantaranya e-commerce yang memang dimiliki oleh pihak asing. Namun bagi e-commerce yang masih berada dalam tahapan awal, seperti halnya baru dimulai dan berada dalam tahap yang kecil-kecilan, serta termasuk diantaranya adalah UKM, maka e-commerce tersebut pun akan diproteksi terlebih dahulu. utamanya dari pihak investor asing yang mungkin ingin menginvestasikan modal yang dimilikinya.

Hal ini juga berkaitan dengan perusahaan e-commerce yang memiliki nilai valuasi berada dalam hitungan di bawah Rp 10 miliar. Tentu saja jenis e-commerce yang satu ini tidak boleh dimiliki oleh pihak asing sama sekali. Sedangkan untuk jenis e-commerce yang memiliki nilai valuasi dengan kisaran nominal Rp 10 miliar hingga Rp. 100 miliar, maka bentuk e-commerce yang satu ini pun diperbolehkan untuk dilakukan investasi oleh pihak asing. Namun penanaman modal dalam bentuk investasi itu sendiri tetap memiliki batas maksimal, yang diantaranya dinyatakan dalam bentu 49%.

Namun bagi e-commerce yang memiliki nilai di atas Rp100 miliar lebih, maka pihak asing yang ingin menginvestasikan dananya pun boleh melakukan hal tersebut dengan jumlah maksimal presentase hingga mencapai angka 100%. Namun untuk melakukan hal yang satu ini juga diperlukan beberapa hal yang perlu dipikirkan secara lebih matang kembali. Hal ini berkaitan dengan strategi untuk mengeluarkannya. Baik itu dalam bentuk keluar dari pasar modal yang biasanya dilakukan melalui IPO atau Initial Public offering.

Pelaksanaan revisi Peraturan Presiden  mengenai masalah DNI yang berkaitan dengan jenis e-commerce ini memang harus muncul dalam waktu dekat, seperti halnya bulan ini atau bahkan Maret mendatng. Karena menurut Rudiantara hal ini berfungsi untuk melindungi satu sisi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Namun ia juga tetap memiliki nilai yang kompetitif untuk bersaing dalam dunia global.

Jenis E-Commerce

Similar Articles

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu 0

TIKI hadir di Indonesia sudah lebih dari 45 tahun, selama ini banyak sekali pelanggan TIKI

Jambu Biji Memberi Peluang Usaha yang Unik dan Menarik

Jambu Biji Memberi Peluang Usaha yang Unik dan Menarik 0

Anda suka membeli jambu biji dan membuat jus jambu biji di rumah? Perlu Anda ketahui

Gunakan 6 Jurus Ini untuk Membuat Peluang Usaha Online Anda Melesat

Gunakan 6 Jurus Ini untuk Membuat Peluang Usaha Online Anda Melesat 0

Peluang usaha online dapat dikatakan sangat menjanjikan saat ini, dimana internet sudah menjadi bagian tak terpisahkan

Melirik Budidaya Tanaman Pir Di Indonesia

Melirik Budidaya Tanaman Pir Di Indonesia 0

Buah pir memang cukup dikenal di kalangan masyarakat, apalagi mengingat kandungan nutrsi serta manfaatnya yang

7 Efek Positif Dibalik Bisnis Saat Kuliah

7 Efek Positif Dibalik Bisnis Saat Kuliah 0

Bisnis saat kuliah mungkin dipandang sebagai salah satu cara untuk menghasilkan pemasukkan tambahan. Memang hal ini

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *