Teropong Bisnis | Homepage
5 Cara Pengusir Rasa Takut Berinvestasi

5 Cara Pengusir Rasa Takut Berinvestasi

0 Comments 🕔21.Nov 2013

Investasi adalah cara menunda konsumsi untuk mendapatkan keuntungan dimasa depan. Akan tetapi, banyak orang ragu dan takut berinvestasi karena beresiko dan lebih memilih tabungan di bank.

Dengan meningkatnya inflasi, tabungan di bank tentunya tidak tepat untuk masa depan Anda.  Menurut Rheza Karyanto, CFP Assistant Vice President Head of Investment, Bancassurance, and Treasury Products Commonwealth Bank Indonesia, Anda harus menjadi teman dari investasi. Pahami resikonya dan Anda akan mendapatkan manfaat darinya.

Jadi, bila Anda takut dengan investasi, ada beberapa tips untuk mengatasinya.

1. Profil Resiko Anda

Dengan tahu profil resiko investasi Anda, Anda dapat mengetahui batasan aman saat Anda menanamkan uang anda. Hal ini dapat membantu Anda untuk memilih instrumen investasi yang tepat dan nyaman untuk anda. Dan, Anda juga tidak akan merasa takut berinvestasi.

2. Pilih Perusahaan Yang Tepat

Saat berinvestasi Anda akan menemukan banyak perusahaan yang menawarkan produk investasi yang menarik. Tetapi jangan asal pilih. Lihat ijin usaha perusahaan tersebut. Bila mereka menawarkan investas, mereka harus mempunyai ijin usaha dari Regulator, sedangkan produk keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan. Lihat juga track record dari perusahaan tersebut.

3. Ketahui Resiko Investasi Anda

Mungkin Anda pernah ditawarkan produk investasi dengan return 10%. Memang return artinya keuntungan. Tetapi, return tidak jauh beda dengan resiko. Jadi, arti dari return 10% adalah Anda juga berpeluang untuk kehilangan 10% uang investasi anda.

Dengan mengetahui hal diatas, maka Anda akan tahu serawan apa investasi yang akan Anda gunakan. Jadi, terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan tentang investasi. Banyak buku, sumber online atau seminar yang bisa Anda gunakan.

4. Produk Investasi Yang Tepat

Memilih jenis produk investasi perlu kehati-hatian. Anda harus menyesuaikan dengan jangka investasi yang Anda inginkan. Bisa diibaratkan memilih investasi bagai memilih kendaraan. Jadi, bila Anda ingin ke Puncak, mobil adalah kendaraan yang tepat, sedangkan pergi ke Bali, pesawat Anda gunakan.

Untuk investasi jangka pendek, Anda dapat menggunakan instrumen yang lebih aman, seperti deposito dan obligasi. Untuk jangka panjang, saham dapat Anda gunakan meskipun mempunyai resiko lebih tinggi. Bila Anda tidak tepat memilih instrumen investasi yang Anda gunakan, maka Anda akan menghadapi resiko lebih besar untuk kehilangan uang.

5. Menyebar Resiko

Menyebar resiko investasi atau lebih dikenal dengan istilah “diversifikasi” adalah cara untuk berinvestasi dengan aman. Caranya, Anda harus menyebar produk investasi dan waktu berinvestasi.

Jadi, Anda perlu berinvestasi pada beberapa produk. Lakukan tidak secara bersamaan tetapi bertahap. Hal ini akan membuat resiko tidak terkonsentrasi pada 1 produk investasi.

Jadi, sekarang Anda tidak perlu takut berinvestasi karena ada resikonya. Pahami dan kenali resiko investasi, dan Anda akan mendapatkan keuntungan besar di masa mendatang.

 

Similar Articles

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu

Setia Sama TIKI, Untungnya Buat Kamu 0

TIKI hadir di Indonesia sudah lebih dari 45 tahun, selama ini banyak sekali pelanggan TIKI

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah

Regulasi Baru Akan Buat Akses Ke Lembaga Keuangan Lebih Mudah 0

Salah satu roda penggerak perekonomian sebuah negara adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Bila UKM di

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir

Sekarang Mudah Menjadi Eskportir 0

Berlakunya MEA sebentar lagi mendatangkan peluang besar untuk para pelaku usaha dalam negeri untuk mengembangkan

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat

5 Jurus Menentukan Biaya Iklan dengan Tepat 0

Iklan dan promosi merupakan hal yang dibutuhkan untuk membuat bisnis Anda maju. Namun, seringkali pelaku

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis

Trik Meninggalkan Posisi Penting Sebelum Memulai Bisnis 0

Bagaimana rasanya jika Anda harus melepaskan sebuah jabatan penting? Misalnya, Anda ingin memulai bisnis dan harus melepas

No Comments

No Comments Yet!

No one have left a comment for this post yet!

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *